Digital Media Online

Yang Tersisa Dari Demo, Gedung DPRD dan Monumen Yos Sudarso Diwarnai Coretan

0 19

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Sisa-sisa demo tolak Undang-Undang Omnibus Law, di Kota Tegal, Kamis 08 Oktober 2020 kemarin, menyisakan coretan di Gedung DPRD dan Monumen Yos Sudarso. Dua bangunan bersejarah di Jalan Pemuda Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal, menjadi saksi bisu luapan emosi pendemo.

Kepala Bagian Umun Sekretariat DPRD Jaka Eka Syaifi mengatakan atas perintah sekretaris dewan, pihaknya langsung melakukan pembersihan coretan-coretan pasca aksi unjuk rasa. Pembersihan dilakukan, lantaran kata-kata dan simbol-simbol yang ditulis tidak etis dan patut dipublikasikan.

“Kami diperintahkan oleh pimpinan 24 jam harus bersih. Untuk itu sejak kemarin malam kita sudah melakukan pembersihan di sekitar gedung. Kemudian dilanjutkan hari ini di monumen Yos Sudarso,” kata Jaka Eka Syafii, Jumat 09 Oktober 2020..

Bahkan menurutnya, pembersihan coretan selain di gedung DPRD juga di monumen Yos Sudarso, bersama anggota Lanal Tegal

Komandan Lanal Tegal Letkol (Mar) Ridwan Azis sangat menyayangkan adanya aksi vandalism (corat-coret)  yang dilakukan oleh sejumlah oknum pedemo. Seharusnya, aksi unjuk rasa disampaikan langsung ke pokok persoalannya. Bukan merusak asset Negara, apalagi itu monument Yos Sudarso merupakan sejarah perjuangan para pahlawan.

“Ini kan yang diprotes siapa yang dicorat-caret siapa, apakah mereka tidak tahu itu monument siapa,” katanya.

Apalagi, kata Ridwan, monumen itu merupakan bangunan bersejarah yang dibangun juga dengan menggunakan uang rakyat. Karenanya, ke depan dia menghimbau agar aksi corat-coret tidak dilakukan lagi.

“Kita sangat menyayangkan itu. Monumen itu merupakan bangunan bersejarah yang dibangun dengan uang rakyat. Selain itu, juga ada patung pahlawan nasional,” tegasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.