Digital Media Online

Wartawan Peduli, Bantu Sembako Untuk Warga yang Menjalani Isolasi Mandiri

0 37

INFOPANTURA.COM (TEGAL) – Geram dan Sedih itu yang dirasa oleh wartawan liputan Kota Tegal, ketika mendengar warga yang terpapar covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman), belum dapat bantuan dari pemerintah setempat.

‎Dengan modal semangat dan hati yang ikhlas, Forum Wartawan Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Tegal, Jawa Tengah, membantu dan  menyalurkan bantuan untuk pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Penyaluran bantuan ini agar isolasi mandiri bisa berjalan efektif sehingga dapat memutus rantai penularan virus corona. Serta tidak ada lagi warga yang sedang menjalani Isoman, keluar rumah untuk mencari nafkah.

‎Bantuan disalurkan ke beberapa tempat, di Kelurahan Slerok dan Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kamis (29/10). Bantuan yang disalurkan berupa sembako di antaranya beras, minyak goreng dan gula.

Di Kelurahan Slerok, bantuan diberikan kepada Romli yang tinggal di RT 09 RW 03. Romli harus menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19. “Saya sudah isolasi mandiri sejak Selasa (27/10),” ujarnya.

Selama menjalani isolasi mandiri, Romli mengaku belum‎ pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Sedangkan dari warga di sekitar tempat tinggalnya juga tidak memberi bantuan. “Bantuan hanya sekali dari sekolah tempat saya kerja,” tutur dia.

Sementara itu di Kelurahan Kejambon, bantuan disalurkan kepada tujuh keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri RT 02 RW 02. Mereka rata-rata sudah menjalani isolasi mandiri selama sekitar sepekan.

Selama kurun waktu itu, mereka mengandalkan bantuan dari‎ gotong-royong warga‎ setempat untuk kebutuhan sehari-hari karena tidak ada bantuan‎ dari pemerintah.

“Alhamdulillah di sini Jogo Tonggonya jalan. Kami diantar makanan,” ujar salah satu warga yang menjalani isolasi mandiri, Muhamad Alif  (27).

‎Alif dinyatakan positif Covid-19 diduga tertular dari istrinya yang lebih dulu terinfeksi virus corona. Sang istri, Lusiana, 25, sudah meninggal pada Senin (26/10) setelah sempat dirawat di RS Mitra Siaga Kabupaten Tegal.

Selain Alif, dalam satu rumah yang ditinggalinya terdapat delapan orang lainnya yang juga menjalani isolasi mandiri. ‎”Dari sembilan orang, ada enam orang yang positif termasuk saya,” ujarnya.

‎Koordinator penyaluran bantuan, Rosvitarini mengatakan, bantuan yang disalurkan berasal dari iuran wartawan dan donasi dari masyarakat yang peduli terhadap pencegahan penyebaran Covid-19.

‎Menurut dia, penyaluran bantuan ini berawal dari keprihatinan para awak media yang sehari-hari bertugas di Kota Tegal ketika meliput penanganan Covid-19.

“Di lapangan kami mendapati pasien positif yang sedang isolasi mandiri tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal, selama isolasi mandiri kebutuhan ‎mereka harus terpenuhi agar isolasi mandiri bisa berjalan efektif. Rencananya, ada 200 paket sembako yang akan disalurkan,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, berdasarkan data Pantauan Covid-19 Kota Tegal, hingga Kamis (29/10) jumlah warga Kota Bahari yang positif mencapai 420 orang. Dari jumlah itu, 26 orang dirawat, 94 orang isolasi mandiri, 275 orang sembuh, dan 25 orang meninggal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.