Digital Media Online

Komisi VII DPR RI Kunker ke PLN Gardu Induk Kebasen Tegal

0 28

INFOPANTURA.COM (TEGAL)  – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke  PLN Gardu Induk Kebasen 150 kV, Jumat, (9/10/2020). Kunjungan ini dalam rangka melakukan fungsi pengawasan dan menyerap aspirasi.

Kedatangan rombongan wakil rakyat yang diketuai Ramson Siagian ini disambut oleh, Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali PLN, Haryanto WS, Bupati Tegal, Ummi Azizah, dan Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi.

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali PLN, Haryanto WS mengatakan, kondisi kelistrikan di Jawa Tengah, yang menurutnya surplus energi tidak kurang dari 2000 MW. Pasokan tersebut akan ditambah dengan beroperasinya pembangkit besar yaitu PLTU Batang 2×1000 MW dan PLTU Cirebon Expansion 1000 MW.

Dari sisi transmisi, PLN juga akan membangun jaringan tegangan tinggi 500 kV. Dengan demikian di wilayah utara pulau Jawa akan ada jaringan transmisi sebanyak 4 jalur.

“Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan daerah Tegal dan sekitarnya,” kata Haryanto.

Sementara itu Ramson mengatakan Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang mempunyai potensi pengembangan industri baru di waktu yang mendatang, karena terjadi pergeseran industri dari Cina ke Indonesia.

Dengan meningkatnya industri, maka kebutuhan energi listrik akan terus bertambah. Untuk itu Ramson menghimbau kepada PLN untuk meningkatkan keandalan listrik khususnya di Wilayah Tegal, Brebes, dan Pemalang. “Karena di Tegal, Brebes dan Pemalang, sekaranag ini banyak industry, maka PLN harus bisa meningkatan energy listriknya untuk tiga daerah ini,” pesan Ramson.

Ia juga menyoroti masyarakat kurang mampu yang tidak mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah dan potensi sumber daya alam dalam bentuk angin yang bisa dimanfaatkan untuk PLTB.

Sayang, kunjungan kali ini sangat dibatasi karena dilaksanakan di Gardu Induk yang merupakan Obyek Vital Nasional (obvitnas), sehingga protokol COVID sangat diutamakan bagi peserta undangan. Peserta yang hadir wajib membawa surat keterangan rapid tes dengan hasil non-reaktif. Bahkan wartawanpun dilarang masuk untuk meliput, hanya diperbolehkan di Pos Satpam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.