Digital Media Online

Inginkan Kota Tegal Kondusif, Serikat Buruh Tolak Aksi Mogok Kerja

0 13

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Sejumlah serikat pekerja di Kota Tegal, Jawa Tengah, menyatakan sikap untuk tidak turut serta melakukan aksi mogok kerja pada 6-8 Oktober 2020 mendatang. Pernyataan sikap tersebut ditandai dengan menandatangani kesepakatan bersama serta pembacaan pernyataan sikap di halaman Kantor Disnakerin, Jalan Hang Tuah,  Kota Tegal, Senin (05/10/2020).

Pernyataan sikap dibacakan oleh Ahmad Nasir, terkait penetapan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja oleh DPR RI. Dengan pertimbangan pandemi COVID-19.

Serikat buruh yang hadir diantaranya, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Federasi Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia (FPTSI) dan Perwakilan Serikat Pekerja di Kota Tegal.

“Dengan ini menyatakan tidak akan melakukan provokasi, tidak akan melakukan sweeping, tidak akan melakukan unjuk rasa dan atau tidak akan melakukan mogok kerja secara nasional pada tanggal 6-8 Oktober 2020,” kata Nasir.

Nasir melanjutkan, para buruh juga akan tetap menjaga produktivitas kerja dan kesehatan lingkungan. Pernyataan sikap tersebut ditandatangani masing-masing perwakilan buruh yang hadir.

“Apabila terdapat aspirasi maka akan disalurkan melalui lembaga yang berwenang sesuai peraturan perundang-undangan,” kata dia.

Ketua KSPSI Kota Tegal, Edi Susyanto mengatakan, serikah buruh yang ada di Kota Tegal, menginginkan Kota Tegal tetap kondusif, tidak terpengaruh provokasi untuk unjuk rasa. Pasalnya, selain pandemic covod-19 juga siapa yang akan membiayai mereka berangkat ke Jakarta. Jika ada yang berangkat, maka akan kehilangan pendapatan satu atau dua hari.

“Kami tetap berjuang untuk buruh, jika ada pasal yang merugikan buruh maka mekanisme melalui peradilan. Lagi pula kalau berankat ke sana, siapa yang membiayai dan pastinya akan kehilangan pendapatan satu atau dua hari, padahal di rumah ditunggu untuk keperluan keluarga,” kata Susyanto

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal R. Heru Setyawan mengatakan, sebagai langkah antisipasi adanya rencana aksi nasional, pihaknya bersama aparat berwenang mengundang perwakilan para buruh.

“Kami melakukan upaya menjaga kondusivitas di daerah. Bersama pihak berwenang mengundang perwakilan serikat pekerja dan memberikan imbauan agar mengikuti anjuran dari pemerintah, dengan tidak melakukan demo,” tegas Heru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.