Digital Media Online

Habib Ali : Warga Yang Menjalani Isolasi Mandiri Tanggungan Pemerintah

0 18

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Muncul klaster warga di Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Sebanyak 15 warga RT 1 dan 2 RW 2 Kelurahan Kejambon terkonfirmasi positif covid-19, 14 warga masih menjalani isolasi mandiri dan 1 sudah meninggal dunia.

Ketua RT 2, RW 2 Kejambon, Wisantoro didampingi sekretarisnya Slamet Hidayat mengatakan, selama ini warga harus bergotong royong menjalankan program Jogo Tonggo untuk kemenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang isolasi mandiri. Karena hampir sepekan menjalani isolasi mandiri, belum ada bantuan datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal.

Wisantoro mengungkapkan, awalnya ada warganya yang dirujuk ke RSUD Kardinah. Namun, saat hendak diisolasi, pasien meminta untuk pulang.

“Malam harinya, warga itu kondisinya semakin kritis. Sehingga dirujuk ke RS lainnya. Setelah sempat dirawat sekitar 5 hari dan menjalani swab kemudian meninggal dunia,” katanya.

Lebih lanjut kata Wisantoro, selain 14 warga positif COVID-19, ada 37 anggota keluarga yang lain juga harus menjalani isolasi mandiri tak boleh keluar rumah. “Mengingat kebutuhannya cukup besar, kami berharap ada uluran tangan. Termasuk kami sudah menyurati dinas tapi belum direalisasi,” pungkasnya.

Mendengar kabar itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin langsung menyambangi warga dengan memberikan bantuan paket sembako dari kantong pribadi secara langsung.

Saat menyerahkan bantuan, Habib Ali sempat menelpon Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tegal Yuli Prasetya agar Pemkot bisa memberikan bantuan paket sembako.

Tak berselang lama, petugas dari Puskesmas datang membawa paket sembako dan langsung didistribusikan. “Dari warga sudah bergotong royong memberikan bantuan makanan sejak Jumat pekan lalu. Dan alhamdulillah bantuan dari Dinas Kesehatan sudah datang, yang memang sudah disiapkan,” kata Habib Ali, usai menyerahkan bantuan pribadi.

Habib Ali berharap, Pemkot Tegal harus mencukupi kebutuhan warga yang menjalani isolasi mandiri.

“Harus tercukupi kebutuhannya, agar tidak sampai keluar rumah. Karena jika sampai keluar rumah karena kebutuhan nanti membahayakan yang lain,” kata dia.

Habib Ali mengaku sangat mengapresiasi warga sekitar yang mau bergotong-royong membantu warga yang menjalani isolasi mandiri. “Saya dan warga juga sudah membuat surat permohonan kepada Pak Wali, agar melalui Dinas Sosial bisa memberikan bantuan secepatnya disalurkan,” pungkasnya.

Ketua RW 02, Bunasor membenarkan 14 warganya menjalani isolasi mandiri. Ia juga kwatir karena hasil tracking (swab) susulan belum turun. “Kami kwatir akan terjadi penambahan warga yang positif, karena hasil tracking susulan belum turun. Mudah-mudahan sih semunya negataif,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.