Digital Media Online

Begini Cara Pengasong Terminal Bus Tegal, Peringati Hari Sumpah Pemuda

0 30

INFOPANTURA.COM (TEGAL) – Cara unik yang dilakukan para pedagang asongan terminal bus Tegal, dalam mengikuti  upacara ‘Sumpah Pemuda’  di terminal bus Tegal, Rabu 28 Oktober 2020.

Para pengasong yang merupakan siswa Taman Bacaan Masayarakat (TBM) Sakila Kerti, melakukan “Sumpah Pengasong” dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sakila Kerti yang berada di Komplek Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (28/10/2020).

Begitu pengumuman upacara akan dimulai, dengan suka cita mereka berlarian menuju TBM Sakila Kerti tempat pengasong belajar dan langsung meletakan dagangannya untuk mengikuti upacara. Tak hanya pengasong, pengemis yang sudah tua renta bahkan cacat fisik tidak mau ketinggalan untuk ambil bagian, meski hanya duduk namun mereka dengan khidmat mengikuti upacara ‘Sumpah Pengasong’.

Ikrar “Sumpah Pengasong” dibacakan usai pembacaan teks naskah Sumpah Pemuda setelah upacara bendera. Dalam sumpahnya, disebutkan:  “Kami pengasong terminal bersumpah: satu, akan selalu menjaga kemandirian bangsa. Dua, akan selalu bekerja dan berkarya. Tiga, akan menjadi manusia berguna sesuai kemampuan diri,” kata Saryadi, seorang pengasong diikuti pengasong lainnya.

Menurut Saryadi, sebagai seorang pengasong juga wajib hukumnya untuk terus menjaga martabat bangsa Indonesia. Sudah sepatutnya sebagai warga negara untuk terus bekerja dan berkarya demi mewujudkan bangsa yang mandiri.

“Sebagai seorang pengasong juga harus berguna. Tak hanya untuk diri dan keluarga, juga untuk kesatuan bangsa Indonesia yang kita cintai,” kata Saryadi, yang juga relawan di PKBM Sakila Kerti.

Pengelola PKBM Sakila Kerti Dr Yusqon mengatakan, saat ini setidaknya sudah ada 74 warga belajar. “Meskipun mereka tidak bersekolah di sekolah formal, namun semangat belajarnya sama,” kata Yusqon.

Sejak 10 tahun berdiri, Sakila Kerti setidaknya sudah memperingati Hari Sumpah Pemuda dalam lima tahun terakhir. Salah satu tujuannya, untuk memperteguh kesatuan bangsa dalam kebersamaan.

“Peringatan Sumpah Pemuda ini juga untuk kebersamaan. Mereka kami didik untuk bisa terus menjaga kemandirian bangsa dengan terus belajar dan berkarya secara berkelanjutan sesuai kemampuan,” kata Yusqon.

PKBM Sakila Kerti sendiri menyelenggarakan pendidikan gratis bagi warga terminal dan sekitarnya. Mulai dari jenjang PAUD, hingga kejar paket setara sekolah dasar, menengah, dan sekolah atas. Di tempat itu, peserta didik juga dilatih ketrampilan berwirausaha agar lebih mandiri.

Salah satu siswa Kejar Paket B, Wahyu Fauzan Muzaki (16), mengaku sudah belajar dalam 2 bulan terakhir. Ia yang mengaku putus sekolah waktu kelas 2 SMP, kembali memutuskan kembali menimba ilmu demi masa depan yang lebih baik.

“Arti Sumpah Pemuda, bagi saya juga bisa mengisi kemerdekaan salah satunya dengan belajar. Dan saya termotivasi kembali sekolah setelah sekian tahun sempat putus sekolah,” kata Wahyu, yang bertindak sebagai penarik bendera saat upacara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.