Digital Media Online

Gelar Konser Dangdut, Wakil Ketua DPRD Mengaku Lalai dan Minta Maaf

0 18

INFOPANTURA.COM (TEGAL) – Viralnya Wakil Ketua DPRD Wasmad Edi Susilo (WES) yang menggelar konser dangdut di masa pandemic Covid-19, yang akhirnya berurusan dengan hukum, ia mengaku lalai dan minta kepada publik ,masyarakat, penegak hukum dan Pemkot Tegal.

Permohonan maaf itu ia sampaikan kepada awak media di rumahnya, di Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, usai melakukan tes swab, Jumat 25 /09/2020

Menurutnya, hajatan sudah direncanakan setahun lalu. Sebelumnya ia minta surat pengantar dari RT, RW, kelurahan dan kepolisian (Polsek Tegal Selatan). Karena ijin sudah turun, hajatan tetap berlangsung.

“Sebelumnya saya minta maaf karena lalai. Saya gelar pesta hajatan karena memang sudah mengantongi ijin,” kata Wasmad saat dikonfirmasi di rumahnya, Jumat 25 September 2020.

Lebih lanjut kata Wasmad, karena situasi kurang nyaman, maka di undangan juga ditulis agar tamu wajib mengenakan prtokol kesehatan.

“Mulai dari pintu masuk sudah ada sterilisasi disinfektan, cek suhu, cuci tangan, termasukmasker kita sediakan dan jarak kursi juga diatur,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Wasmad, tamu undangan juga tidak menyentuh tuan rumah dan pengantin. “Hanya berhadapan dan menganggukan kepala dan berjarak,” ujarnya.

Terkait surat pencabutan izin dari Kepolisuan saat hajatan dan konser sedang berlangsung. Hal itu akan membuat tamu kecewa dan ia merasa tidak enak.

“Betul ada surat pencabutan yang diserahkan ke saya.

Tapi undangan sudah kadung menyebar, dan malam tamu sudah ada yang datang jadi tidak mungkin menutup hajatan saya. Kalau menutup kan tidak etis dan mengecewaka undangan,” terang Wasmad.

Atas nama pribadi selaku sohibul hajat Wasmad mohon maaf kepada seluruh warga Kota Tegal, khususnya tamu undangan dan para penegak hukum dan oenkot.

“Kalau dikatakan lalai, ya saya lalai, karena situasi seperti ini. Namun terlepas dari itu, ijin turun sehingga saya laksanakan dan sudah sesuai prosedur,” katanya.

WES berharap dengan kejadian ini, kita mabil hikmahnya. Semua unsur aparat pemerintah juga harus lebih tegas, kalau orang hajatan ada hiburannya diperbolehkan atau tidak harus ada kejelasan. Sehingga warga tidak bingung.

“Kalau memang dilarang ya tidak melaksanakan. Kemarin saya dasar hajatan, juga sebelumnya sudah ada edaran wali kota, bahwa warga sudah boleh gelar pesta pernikahan, dan tempat wisata juga buka.” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.