Digital Media Online

Tahun 2015, KPw BI Tegal Edarkan Uang Kartal Rp 7,17 Triliun di Eks Karesidenan Pekalongan

0
ilustrasi
ilustrasi

INFOPANTURA.COM-TEGAL-KPw BI Tegal terus berkomitmen untuk menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang) dalam hal mengedarkan, menyediakan uang dalam pecahan dan kondisi yang cukup serta layak edar, serta menarik dan memusnahkan uang tidak layak edar.

Sampai dengan akhir tahun 2015 jumlah uang kartal (kertas & logam) yang diedarkan KPw BI Tegal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan sebanyak Rp 7,17 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 22,98% dari Rp 5,83 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya peredaran uang tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas perekonomian di akhir tahun 2015 yang menjadi trend musiman yakni hari Raya keagamaan yang kebetulan berurutan, dimulai dengan Natal, Maulid Nabi Muhammad SAW dan liburan sekolah. Selain itu, terdapat peningkatan peredaran uang terkait siklus pembayaran proyek pemerintah pada realisasi APBD di eks Karesidenan Pekalongan pada Triwulan ke IV 2015. Sedangkan pada Januari 2016, posisi jumlah uang kartal yang diedarkan KPwBI Tegal kembali normal dengan net inflow sebesar Rp885,13 miliar.

Dalam usaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang layak edar, KPw BI Tegal senantiasa melakukan penarikan terhadap Uang Tidak Layak Edar (UTLE) melalui Kas Keliling di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan, penukaran dari masyarakat, serta setoran perbankan. Daerah yang menjadi prioritas kas keliling adalah daerah terpencil dan daerah perbatasan yang jauh dari akses perbankan. Selain itu, kas keliling juga menyasar pasar- pasar tradisional. Selama tahun 2015 KPw BI Tegal telah melakukan kas keliling sebanyak 14 kali diantaranya di Kajen, Tersono, Bumiayu dan Limpung. Sedangkan kegiatan penukaran uang, sejak September 2015 masyarakat dapat melakukan penukaran uang kepada perbankan di seluruh kantor cabang bank umum di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Tahun 2015, KPw BI Tegal telah memusnahkan uang kertas sebesar Rp 1,25 triliun atau naik sebesar 0,44% dari Rp 870,55 miliar pada tahun 2014. Peningkatan ini disebabkan oleh standar kelayakan uang beredar (standar kelusuhan uang) yang meningkat. Uang yang masih bersih, licin, tidak ada coretan, tidak robek dan tidak cacat dalam bentuk apapun pada uang kertas akan diedarkan kembali kepada masyarakat dalam menjaga tingkat Uang Layak Edar (ULE). Dengan demikian, uang yang beredar dimasyarakat memiliki kualitas yang lebih baik. KPw BI Tegal berharap masyarakat mau melakukan penukaran uang tidak layak edar, uang rusak, dan uang yang telah ditarik dari peredaran yang batas waktu penukaran di bank umum. Selain itu, KPw BI Tegal membuka diri untuk memberikan klarifikasi terhadap uang-uang yang diragukan keasliannya.

Perkembangan uang palsu sampai dengan akhir tahun 2015 sebanyak 3.680 lembar bilyet atau mengalami peningkatan sebesar 13,56 % dari tahun sebelumnya, didominasi oleh pecahan Rp 50.000,- sebanyak 1.996 lembar serta pecahan Rp100.000,- sebanyak 1.464 lembar. Dalam upaya penanganan peredaran uang palsu, KPw BI Tegal senantiasa bekerjasama dengan kepolisian sehingga kegiatan peredaran uang palsu di eks Karesidenan Pekalongan cepat ditangani dan diproses sesuai peraturan perundangan/hukum yang berlaku. Temuan uang palsu tersebut telah klarifikasi Bank Indonesia yang berasal dari masyarakat, perbankan, dan beberapa kasus temuan pemalsuan uang rupiah yang terjadi di eks Karesidenan Pekalongan.

Sosialisasi tentang ciri-ciri keaslian rupiah juga terus dilakukan. Selain dilakukan ke masyarakat umum, sosialisasi juga dilakukan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar, anak-anak berkebutuhan khusus, pelajar SMP, SMA dan perguruan tinggi, dan TNI di Yonif 407. KPw BI Tegal pada tahun 2015 melaksanakan program BI Mengajar di SMA-SMA di wilayah eks Karesidenan Pekalongan dimana salah satu materi yang diajarkan adalah mengenal ciri-ciri keaslian uang rupiah, tata cara memperlakukan uang yang baik sehingga tidak cepat menjadi lusuh, serta standard penggantian uang rupiah yang rusak karena sobek, dan terbakar.

Untuk tahun 2016, KPwBI Tegal menjamin ketersediaan uang layak edar di eks Karesidenan Pekalongan, baik untuk kebutuhan perbankan, percepatan pembayaran realisasi APBD pemerintah, maupun mendorong pertumbuhan ekonomi dan kegiatan perekonomian di wilayah kerja KPwBI Tegal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.