Digital Media Online

Siswa SMK Istek Usulkan Pasangan Nikah Sumbangkan Tanaman

0

DIALOG WALIKOTAINFOPANTURA.COM – TEGAL – Ide kreatif datang dari Amalia, seorang siswi SMK Istek Kota Tegal. Untuk mewujudkan Kota Tegal sebagai green city, Amalia mengusulkan pasangan yang akan melangsungkan pernikahan untuk menyumbang tanaman untuk ditanam sudut-sudut Kota Tegal.

“Bulan-bulan ini kan banyak pasangan melangsungkan pernikahan. Usul bagaimana kalau pasangan-pasangan itu sebelum ijab qobul untuk menanam minimal 5 pohon,” tutur Amalia mengungkapkan idenya saat acara Dialog Interaktif Walikota Menyapa yang disiarkan Radio Sebayu 94.00 FM, Rabu (13/01/2016) pagi dengan tema “Hari Gerakan Satu Juta Pohon atau Go Green”.

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno mengapresiasi usul Amalia sebagai ide yang kreatif. “Itu namanya ide kreatif,” ungkap Walikota yang hadir bersama Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, SH, MH, Kepala Bappeda Kota Tegal yang juga  Plt. Diskimtaru Kota Tegal Ir. Nur Effendi, MSi, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Tegal M. Rudi Hersetyawan, ST, MSi, Kepala Dislatan Kota Tegal Ir. Nur Fuady, Kepala Kantor Kesbanglinmas Kota Tegal Drs. Soeripto dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal Dra. Hendiati Bintang Takarini, MM.

Ditambahkan Walikota menyebut ide tersebut memang baru sebatas himbauan saja. Apalagi selama ini pasangan yang menikah ada yang menyediakan bibit tanaman atau bunga untuk ditanam oleh tamu undangan sebagai souvenir pernikahan. Jika satu orang menanam 4 pohon, maka 1 juta orang bisa menanam 4 juta pohon.

Sementara Soeripto menyebut untuk mengimplementasikan ide tersebut perlu adanya koordinasi dengan Kementerian Agama. “Pasangan nikah yang akan menyumbang tanaman untuk penghijauan itu ide bagus tetapi harus dikoordinasikan dengan Kementerian Agama,” ungkap Soeripto.

Dalam dialog interaktif Walikota Menyapa pertama di tahun 2016 ini, Walikota  dan SKPD di Lingkungan Pemkot Tegal mendapat berbagai pertanyaan bukan hanya dari siswa-siswi SMA 4 Tegal, SMK Istek dan SMA Pius yang mengikuti langsung acara tersebut, tetapi juga pertanyaan dari warga Kota Tegal yang mendengarkan radio Sebayu kemudian mengirimkan SMS.

Salah satunya dari Basuki yang menanyakan tentang Alun-alun Kota Tegal setelah dilaksanakan renovasi. “Apakah bisa ada penambahan pohon di Alun-alun,” katanya.

Rudi Hersetyawan menyatakan Alun-alun Kota Tegal dipastikan akan dihijaukan dengan penanaman pohon-pohon. Bahkan selain di Alun-alun, beberapa waktu lalu KLH melakukan penanaman di utara SMA 1 Tegal dan di Kecamatan Tegal Selatan. “Selama ada stok tanaman kita tanami. Warga bisa mengajukan usulan dengan mengirim surat resmi ke KLH, kalau ada stok pohon langsung kita action. Mudah sekali prosedurnya,” ungkap Rudi.

Sementara menyikapi pemeliharaan tanaman yang ditanam Pemkot, Rudi meminta kesadaran masyarakat Kota Tegal untuk merawat tanaman yang telah ditanam. Contoh di PAI, pengunjung ketika memarkirkan tidak memperdulikan tanaman. Sementara pemilik toko di sepanjang jalan protokol ada larangan menebang pohon. Namun tanaman mati karena sengaja disiram oli atau air accu.

“Karena kalau ditebang dilarang. Nanti kita usulkan aturan ke legislatif bahwa penebangan pohon yang ditanam Pemkot akan dikenakan pidana,” ungkap Rudi.

Selain penanaman pohon di jalan protokol, KLH juga melaksanakan penanaman pohon mangrove dipantai Muarareja sampai Sungai Ketiwon sepanjang 7 KM yang berfungsi sebagai green belt. Dengan memberdayakan gugus tugas untk memelihara mangrove sebanyak 410 petak atau 65.600 batang dan kurang lebih 13.000 batang cemara laut.

“Ada 145 petak yang rusak karena abrasi tinggal 265 petak. Kerusakan kita tambal
sulam oleh gugus tugas yang punya respon cepat,” ungkap Rudi.

Disebutkan Rudi, Pemkot Tegal dan pihak ketiga melalui CSR di tahun 2015 telah melaksanakan penghijauan pantai dengan menanam 41.113 pohon, CSR dan bantuan instansi provinsi sebanyak 67.473 pohon dan penghijauan lingkungan 5.218 pohon.

Disebutkan Walikota, target Kota Tegal adalah meraih penghargaan Adipura. Untuk itu SKPD didorong untuk mensosialisasikan go green kepada masyarakat. Selain itu perlu kesadaran masyarakat Kota Tegal untuk menjaga lingkungan khususnya tanaman penghijauan dan gerakan menanam sejuta pohon. Bahkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, Pemkot akan menggelar lomba poster bertema lingkugan dan poster terbaik akan dipasang dititik-titik strategis.

“Lomba poster dan poster karya anak-anak nantinya ditaruh di beberapa titik-titik Kota Tegal agar menggugah kesadaran masyarakat untuk go green,” ungkap Walikota. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.