Digital Media Online

Walikota : Sosialisasi Harus Diikuti Decision Maker

0

IMG_5164

INFOPANTURA.COM-TEGAL – Sosialisasi Sensus Ekonommi 2016 (SE2016) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal hanya diikuti oleh perwakilan pengusaha di Kota Tega. Agar mengena sasaran, efektif dan cepat ditindaklanjuti, seharusnya dihadiri langsung oleh Decision Makeratau pengambil keputusan.

Hal tersebut  dikatakan Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno saat membuka Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Riez Palace Tegal, Rabu (25/11/2015). Hadir Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Jam Jam Zamchsyari, SE dan Kepala BPS Kota Tegal Drs. Kunto Dewandono.

Sebab, ketika bertanya Walikota mendapat jawaban dari 100 peserta Sosialisasi SE2016 bahwa tidak ada pimpinan perusahaan yang hadir langsung, tetapi banyak diwakilkan. “Saya berharap sosialisasi Sensus Eekonomi 2016 tepat sasaran. Betul-betul tepat sasaran karena seharusnya yang diharapkan hadir para decision maker yang akan melaksanakan sosialiasi dan pengarahan secara top down. Pimpinan perusahaan untuk menerima petugas sensus agar dapat mensukseskan sensus ekonomi 2016 dan songsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ungkap Walikota.

Walikota memandang sosialisasi ini sangat penting untuk menginformasikan tujuan dan manfaat dari SE2016. Agar efektif sosialisasi dilaksanakan bukan hanya bicara dan membaca tetapi dengan membuka dialog dengan  materi yang menarik. Sehingga peserta dapat menyebarluaskan kepada masyarakat dan pengusaha untuk menerima petugas sensus SE2016 dan memberikan informasi yang diperlukan.

Dalam kesempatan itu, Walikota menyampaikan bahwa SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal memberi kepedulian terhadap SE2016. Dengan hadirnya jajaran dari tingkat Lurah, Camat dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkot Tegal. Mengenai lurah yang diminta BPS agar melakukan sosialisasi secara aktif door to door, Walikota mengatakan bahwa Lurah kerjanya sudah banyak. Selain melapor langsung kepada Walikota, lurah dituntut kembangkan potensi lokal, ciptakan keamanan dan kenyamanan wilayah. “Nanti ikut membantu sosialisasi, tetapi tupoksi tetap pada BPS

Ketua Panitia Sosialisasi Ir. Jaka Priyana dalam laporannya mengatakan Sosialisasi SE2016 ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh peserta sosialisasi akan arti pentingnya kegiatan SE016 bagi masyarakat, pemerintah, peneliti/akadamisi, dan para pelaku usaha, sehingga angka non respose dan coverage error dapat ditekan/diminimalisir.

“Peserta sosialisasi SE2016 tahun 2015 BPS Kota Tegal, diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari 75 mitra kerja BPS dan 25 peserta merupakan organik BPS,” ungkap Jaka yang juga sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPS Kota Tegal.

Jam Jam Zamchsyari dalam sosilisasi itu memaparkan tentang Gambaran Umum Sensus Ekonomi 2016. SE yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini, pada tahun 2016 merupakan sensus yang ke-4. Ada 19 sektor ekonomi yang didata dan semua pelaku usaha menjadi responden seperti perusahaan restoran, supermarket, hotel, bank, jasa konstruksi. Perusahaan pemerintah, rumah tangga dan lembaga non profit juga dilasanakan pendataan.

Sementara Kunto Dewandono menjelaskan mengenai Perekonomian Kota Tegal dengan menggali data Sensus Ekonomi tahun 2006. Disebutkannya struktur ekonomi Kota Tegal selama 5 tahun terakhir bergeser ke arah masyarakat modern, ditandai dengan sektor sekunder yang terus bergerak naik.

Sesuai SE2006, jumlah usaha di Kota Tegal sebanyak 33.387 usaha dan menyerap sebanyak 77.387 tenaga kerja. Dengan prosentase jumlah usaha dan jumlah tenaga kerja paling banyak yakni perdagangan besar dan eceran dengan porsi 49 persen menurut lapangan usaha dibandingkan usaha lain. Sedangkan menurut skala usaha paling besar adalah usaha mikro sebanyak 26,922 usaha atau 81 persen. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.