Digital Media Online

Sejarah Mbah Kepyar Perlu Dirunut

0

IMG_5046

INFOPANTURA.COM-TEGAL – Setiap tahun masyarakat Kelurahan Kalinyamat Wetan melaksanakan Khaul Makam Kepyar atau Sedekah Bumi. Namun meskipun telah memasuki peringatan ke-26 kali, sejarah tentang Mbah Kepyar yang makamnya berada di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, belum banyak diketahui masyarakat luas. Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal diminta untuk meruntut sejarah Mbah Kepyar agar dapat memperkaya dan menjadi aset sejarah Kota Tegal.

“Di Kalinyamat Wetan ada tujuh candi, yang aktif diperingati ada empat, termasuk Makam Mbah Kepyar. Sedangkan tiga lainnya yakni Mbah Karang Jambu, Mbah Jati dan Petilasan Mbah Ratu Kalinyamat. Mereka tokoh-tokoh Tegal waktu dulu dalam hal penyebaran Agama Islam. Perlu dikaji mengenai sejarah Makam Kepyar di Kota Tegal, karena selama ini belum terlalu jelas sejarah Mbah Kepyar. Sehingga Pemkot melaksanakan penelitian sehingga nantinya diharapkan jadi aset sejarah Kota Tegal,” ungkap Wasmad Edi Susilo, S.H.,Ketua Panitia Khaul Makam Kepyar atau Sedekah Bumi di Makam Kepyar di RW 04 Kelurahan Kalinyamat Wetan, Minggu (22/11/2015).

Hadir dalam Khaul Makam Kepyar Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno, Habib Ali Zaenal Abidin dan KH. Much. Khasani Pimpinan Ponpes Attauhidiyah Giren Talang Tegal sebagai pembicara dan Camat, Lurah dan Muspika Tegal Selatan serta masyarakat Kalinyamat Wetan.

Disebutkan Wasmad Edi, kegiatan Khaul Makam Kepyar ini dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Kalinyamat Wetan. Selain sebagai syiar agama Islam di Kelurahan Kalinyamat Wetan dan sekitarnya, juga menyemarakan bulan Muharram dan masuk agenda sedekah bumi. Berbagai acara sebelum Pengajian Akbar, juga dilaksanakan khotmil Quran pada Jumat malam, kemudian Sabtu Malam dilaksanakan pembacaan kalimat toyibah.

Selain itu, Wasmad Edi dalam sambutannya meminta perhatian Pemkot Tegal agar memperhatikan pembangunan Kecamatan Tegal Selatan yang timpang dengan kecamatan lain. Utamanya agar wilayah Tegal Selatan dibangun infrastruktur untuk kepentingan umum  agar mendapat prioritas.

“Kami usulkan tempat rekreasi untuk taman rakyat, ruang terbuka hijau (RTH) di sebelah barat Kantor Kelurahan Kalinyamat Wetan. Warga kami sangat merindukan taman rekreasi sehingga tidak perlu jauh-jauh ke Alun-alun untuk rekreasi,” ungkap Wasmad Edi.

Menanggapi hal tersebut Walikota mengatakan sangat memperhatikan pembangunan di Kota Tegal. Apalagi berkaitan dengan infrastruktur, Walikota mendorong pembangunan infrastruktur di seluruh Kota Tegal. “Terhadap masukan-masukan mengenai pembangunan infrastruktur, Pemkot memberi perhatian penuh,” ungkap Walikota.

Mengenai kegiatan sedekah bumi di Kalinyamat Wetan, Walikota menyebut ada dua hal positif yang dapat dipetik. Pertama, sebagai sebuah tradisi, kegiatan itu mampu membangun silaturahmi antar warga masyarakat. Sehingga kerukunan tetap terpelihara dengan baik, dari waktu ke waktu. “Silaturahmi yang tak kenal usia dan generasi ini sangat penting karena akan memperkuat jaringan sosial masyarakat sebagai modal utama bagi kekuatan sebuah bangsa,” tutur Walikota.

Yang kedua, sedekah bumi dimaknai sebagai sebuah peringatan agar tidak melupakan kewajiban untuk bersedekah. Allah SWT telah memberikan rezeki melalui bumi, alam dan seisinya. “Sehingga menjadi kewajiban bagi kita menyisihkan sebagian rezeki kepada orang-orang yang membutuhka. Karena hakekatnya didalam rezeki yang kita terima terdapat sebagian hak fakir miskin,” sebut Walikta.

Habib Ali Zaenal Abidin selaku pembicara mengingatkan kepada jamaah Pengajian Akbar jika menginginkan keselamatan dunia akherat maka harus beribadah dan dekat dengan Allah SWT. Sedangkan masalah kesalahan, semua orang punya kesalahan masing-masing. “Tetapi orang yang paling mulia ada orang yang bertobat nasuha atas kesalahannya,” ungkap Habib Ali. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.