Digital Media Online

Unras Dukung Bareskrim Nyaris Ricuh

0

IMG-20151015-WA0005

 

INFOPANTURA.COM-Tegal-Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Kebangkitan Rakyat (AKR) untuk mendukung kinerja Kepolisian khususnya Bareskrim didepan gedung DPRD Kota Tegal Kamis (15/10) siang tadi nyaris berakhir ricuh. Sejumlah massa dari sejumlah elemen masyarakat itu hampir saja terlibat adu jotos dengan petugas satpol PP. Beruntung emosi kedua pihak dapat diredam personel kepolisian yang berjaga saat itu.

 

Kejadian bermula saat Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno keluar dari ruang paripurna DPRD pasca menyampaikan penyampaian nota pengantar APBD tahun  2016. Massa yang sudah menanti kehadiran orang nomor 1 di Kota Bahari itu segera membentangkan spanduk bertuliskan   Rakyat Tegal Menyambut Turunnya Walikota Arogan. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba terjadi kegaduhan dan kedua pihak terlibat adu mulut. Beruntung, petugas Kepolisian yang berjaga saat itu mampu meredam emosi keduanya, hingga akhirnya petugas satpol PP segera meninggalkan lokasi demonstrasi.

 

Sebelumnya, massa dari AKR tersebut membacakan pernyataan sikap terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Menurut salah satu pendemo, Subekhi Prawirodijoyo, sebagai penegak hukum, pengayom dan mitra masyarakat, kepolisian  melalui BARESKRIM dan POLRESTA Tegal  Kota telah menunjukan kinerjanya yang  progresif. Hal itu terbukti meskipun telah terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Polres Tegal Kota, tak mempengaruhi  progres terhadap penanganan kasus pelaporan yang dilakukan oleh elemen masyarakat kota tegal kepada pihak kepolisian.

 

” Kinerja  yang bagus tersebut, sudah barang tentu harus mendapatkan support dan pengawalan prima dari semua elemen masyarakat. Karena sebagai masyarakat yang hidup didalam  negara hukum kita wajib  membantu pihak kepolisian untuk memenuhi tugasnya, dan menghilangkan citra hukum yang tumpul keatas namun tajam kebawah” tandasnya.

 

Subekhi menegaskan citra  itu tidak sepenuhnya benar, terbukti dengan pemanggilan  terhadap walikota tegal oleh Bareskrim pada selasa (13/10) lalu dengan kapasitasnya sebagai terlapor dalam dugaan penggunaan  dokumen palsu saat PILKADA Kota Tegal thn 2013. ” Senada dengan apresiaasi kami kepada pihak kepolisian, kepada DPRD Kota Tegal sebagai lembaga yang memiliki salah satu tugas sebagai  pengawas terhadap jalanya pemerintahan Kota Tegal, agar mampu secara obyektive melihat kemelut ditubuh pemerintahan Kota Tegal sebagai masalah yang harus segara di ambil langkah cepat dan taktis dalam penanganya,” katanya.

 

Terkait hal tersebut, sambungnya, pihaknya meminta Bareskrim Untuk objektiv memandang permasalahan hukum yang  sedang diproses, dan segera menetapkan Siti Mashita sebagai tersangka. Kemudian meminta kepada DPRD Kota tegal untuk segera menggunakan hak angket  terkait dugaan penggunaan dokumen palsu yang telah dilaporkan elemen masyarakat.

 

” Kami juga meminta kepada Siti Mashita untuk mundur dari jabatanya sebagai. Tegakan Hukumm setegak-tegaknya,” pungkasnya. (Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.