Digital Media Online

Daya Tampung Waduk Cacaban Hanya Tinggal 30 %

0 175
Waduk Cacaban Sebagai Ladang Pencaharian Nelayan Air Tawar

INFOPANTURA.COM – KABUPATEN TEGAL. Dikalangan masyarakat pantura, siapa yang tidak kenal dengan Waduk Cacaban. Waduk Cacaban yang terletak di Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal ini tampak perkasa pada saat didirikan tahun 1955, yang peletakan batu kali pertamanya dilakukan oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno dengan penuh idealisme.

Waduk Cacaban mulai digagas pembangunannya sejak tahun 1914 dan dibuat perencanaan detailnya pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda. Selain berfungsi mengairi sawah-sawah di sekitarnya, Waduk Cacaban juga difungsikan sebagai objek wisata.

Waduk Cacaban dengan luas permukaan 59 km2, memiliki daya tampung 90 juta meter kubik air terpasang. Namun saat ini diakui air menyusut drastis, sehingga tinggal sekitar 30 juta m3. Hal ini dikatakan oleh Kepala Seksi Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, Taroyo, ST, MT, di kantornya (23/7).

“Daya tampung Waduk Cacaban kini hanya tinggal 30% saja. Hal ini disebabkan penggundulan hutan disekitar waduk, dan pembukaan lahan pertanian, terutama tanaman jagung tanpa menperhatikan kontur tanah. Sehingga terjadi sedimentasi yang sangat signifikan, terjadi pendangkalan dasar waduk yang berakibat daya tampung waduk kini hanya sebesar 30% saja “, dijelaskan oleh Taroyo.

Kondisi Waduk Cacaban Terkini

“Ini perlu sama-sama dipikirkan. Koordinasi lintas sektor perlu dimaksimalkan, bukan hanya unsur pemerintah daerah saja, tapi seluruh komponen masyarakat, dan lembaga pemerhati lingkungan hidup” tambah Taroyo.

Waduk Cacaban adalah sumber penghidupan masyarakat Tegal. Lahan pertanian yang bergantung dari waduk ini bukan hanya wilayah Kabupaten Tegal saja, melainkan di wilayah Kota Tegal dan Brebes. Ribuan jiwa, bahkan jutaan jiwa bergantung pada kelanjutan waduk ini.Kini berpulang pada kita semua, sinergitas dan kepedulian kita sangat menentukan kelestarian Waduk Cacaban ke depan. Bung Karno telah menitipkan Waduk Cacaban ini bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak cucu kita nanti, sebagai sumber kehidupan untuk mereka. (Lazarus Sandya Wella)


Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.