Digital Media Online

Sekolah Terminal Bus Tegal, Dibuat Film Dokumenter oleh Mahasiswa Jakarta

0 33

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Keunikan proses belajar dan mengajar di sekolah terminal bus Tegal, yang siswanya pengasong, pengemis dan gelandangan terminal, membuat ketertarikan sejumah mahasiswa Jakarta jurusan Broacasting, untuk membuat film dokumenter, Jumat 05 Februari 2021.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti digagas oleh Dr Yusqon, untuk memberan atas buta hurup kepada masyarakat terminal bus Tegal, khsususnya pengasong, pengemis, gelandangan dan pedagang kaki lima (PKL) terminal bus Tegal. Yang semula hanya TBM, kini berkembang  menjadi pusat kegiatan belajar dan mengajar (PKBM), karena  di dalam ya ada sekolah non formal untuk kejar paket A,B dan C.    

Pengelola PKBM Sakila Dr Yusqon menyampaikan sistem kegiatan belajar pada PKBM Sakila Kerti. peserta didik mengacu pada budaya kearifan lokal. Terima kasih kepada Kemenag yang telah ikut serta membebaskan Buta Hijaiyah. Sehingga para pedagang asongan di terminal bus Tegal yang dulunya sama sekali tidak paham alif, ba, ta dan tsa, sekarang mereka bisa ngaji.

“Termasuk yang dulu tidak bisa membaca Hijaiyah, sekarang sudah pintar. Pada pengambilan gambar pertama, secara kebetulan dilakukan kampanye protokoler kesehatan. Maka siswa  menyanyikan lagu sholawatan yang liriknya soal Prokes, ” kata Yusqon.

Kepala Disdikbud Kota Tegal Ismail Fahmi memberikan apresiasi kepada pengelola Sakila Kerti. Sehingga Kota Tegal beberapa tahun yang lalu mampu menuntaskan buta aksara. Ketertarikan mahasiswa salah satu universitas di Jakarta melakukan kunjungan di PKBM Sakila Kerti.

“Awalnya ketika pak Dr Yusqon menjadi narasumber pada salah satu acara seminar di kampus tersebut,” ujar Fahmi.

Yusqon dalam seminar itu menceritakan soal kegiatan Sakila Kerti dan terrnyata memang unik, di tengah deru mesin dan kepekatan asap kenalpot bus. Namun mereka tetap asyik dengan segala materi pembelajarannya yang disampaikan. Para mahasiswa ini melakukan wawancara dengan berbagai narasumber sebagai referensi untuk keperluan karya mereka.

“TBM Sakila Kerti juga kerap kali dikunjungi oleh beberapa lembaga serta para pemerhati loterasi, termasuk artis cantik tahun 80_an Yesi Gusman,” ujar Fahmi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.