Digital Media Online

Proyek Jalingkut, Dua Jembatan Masih Dalam Pengerjaan

0 32

INFOPANTURA.COM (TEGAL) – Proyek pembangunan jalan lingkar utara (Jalingkut), sepanjang 17,4 KM, dari Klampok (Brebes) – Kota Tegal, Jawa Tengah masih dalam pengerjaan, dengan proges total 59 persen. Dari 7 jembatan, 2 jembatan Kali Kemiri dan Kaligangsa masih on going (dalam pengerjaan). Hal itu dikatakan Juliar Perkasa SL, selaku Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jawa Tengah Ruas Jalan Nasional Losari Brebes-Tegal-Pemalang, di ruang kerjanya, Selasa 15 September 2020.

Menurut Juliar Perkasa yang akrab dipanggil Toni, paket pembangunan Jalingkut total 17,4 KM, yang sudah dinikmati masyarakat sepanjang 2,5 KM katena sudah dilaksanakan tahun 2017 yang lalu.
“Kalau panjang seluruhnya 17,4 KM, tapi sebagian sudah dikerjakan tahun 2017 sepanjang 2,5 KM,” kata Juliar.

Lebih lanjut kata Juliar, dari 7 jembatan, kini menyisahkan 2 jembatan yakni jembatan Kali Kemiri dan Kali Gangsa dengan progres 40 persen.
“Kami berharap akhir tahun sudah selesai dan bisa difungsikan,” imbuhnya.

Sedangkan pengaspalan yang sudah dikerjakan sepanjang 9,2 KM mulai dari Klampok- Kaligangsa.
“Kami menghitungnya mulai dari Klampok ke timur,” ujarnya.

Saat ini progres total 59 persen, masih e head dari progres rencana sebesar plus 5 persen. “Jadi kami masih optimistis target fungsional nataru bisa dicapai,” kata Juliar.

Terkait kendala teknis menurutnya tidak ada, hanya non teknis, seperti animo masyarakat setempat cukup besar untuk menyaksikan proses pembangunan.
Seperti di area yang sudah diaspal langsung digunakan warga, termasuk untuk berjualan, sehingga sedikit menghambat seeprti untuk akses material, kadang2 warga juga memaksakan masuk ke area pekerjaan. Dimana alat berat masih bekerja. “Sebenarnya sudah dipasang rambu-rambu, namun antusias masyarakat yang tinggi akhirnya memaksakan untuk lewat. Namun kami mengedepankan masalah keselamatan,” kata dia.

Juliar juga menghimbau agar warga tidak melweati area kerja, bukan melarang namun demi keselamatan semuanya.

“Harapan kami dengan adanya sosialisasi di media ini bisa memberikan pemahaman kepada warga akan pentingnya keselamatan. Karena target kita zero insiden. Agar pekerjaan cepet selesai, tidak ada musibah apapun,” harapnya.

Terkait anggaran, paket ini terkena relaksasi refocusing. Dari Rp. 260 M yang harus diselesaikan di tahun ini, kena relaksasi sebesar Rp 76 M digeser ke 2021.
“Namun progres harus dicapai di atas 60 persen karena Nataru (natal dan tahun baru),” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.