Digital Media Online

Luar Biasa, Pengasong Terminal Bus Luncurkan Buku Antologi Puisi

0 31


INFOPANTURA.COM – TEGAL – Sungguh luar biasa dan kreatif, sejumlah pedang asongan terminal yang selama lama ini belajar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti, di komplek terminal bus Tegal, Jawa Tengah, meluncurkan buku antologi puisi (kumpulan puisi) ‘Balada Wong Stamplat’, Selasa 08 September 2020. Peluncuran buku Antologi Puisi itu bertepatan dengan Hari Aksara Internasional,


Peluncuran buku dan Peringatan Hari Aksara Internasional itu digelar secara sederhana di tengah pandemi Covid-19. Selain dihadiri puluhan pengasong dan warga terminal, hadir pula para pegiat literasi dan duta baca.


Diawali dengan upacara pengibaran bendera merah putih oleh pengasong, dilanjutkan membaca puisi oleh Sisri (pengasong), Atmo Tan Sidik (penyair), Ny Ratna Edy Suripno (duta baca) dan Dyah Probondari M Jumadi (duta baca. )
Pengelola TBM Sakila Kerti Dr. Yusqon mengatakan, TBM Sakila Kerti selaku pelopor literasi di Kota Tegal, tentunya memperingati hari akasara meski dengan kesedarhanaan karena di tengahpandemi covid-19. Untuk tamu yang hadir melakukan protocol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Kami tetap menerapkan protocol kesehatan, meski siswa kami pengasong namun tetap pakai masker,” tegas Dr Yusqon,Selasa 08 September 2020.
Menurutnya, para pengasong yang menulis puisi merupakan warga terminal yang belajar di TBM Sakila Kerti terminal bus Tegal.


“Dibimbing mahasiswa UPS, pengasong membuat puisi sesuai aktivitas sehari-hari. Alhamdulillah buku diterbitkan bahkan ISBN. Jadi kalau dulu awalnya hanya bisa membaca, sekarang sudah bisa menulis. Buku Antologi puisi ini sudah agak lama diterbitkan, namun baru hari ini di luncurkan bertepatan dengan Hari Aksara Internasional,” tegas Yusqon.


Duta Baca Kota Tegal Dyah Probondari mengatakan, pihaknya bersama pegiat litetasi terus berusaha mengembangkan minat baca dalam rangka memberantas buta aksara di Kota Tegal.


“Kita terus mendorong sarana penyediaan pojok baca atau sarana baca di Kota Tegal. Ke depan arahnya ke pengembangan memanfaatkan ke akses internet,” kata Dyah.


Sementara peringatan Hari Literasi Internasional diperingati sebagai penguatan komitmen bersama dalam mengentaskan buta aksara.


“Pengentasan ini berdampingan dengan literasi. Kami dari Duta Baca terus mendukung dari sisi literasinya,” pungkas Dyah.


Salah satu pengasong yang menulis antologi puisi, Anisah (50) warga Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah mengatakan, puisi yang ia tulis menggambarkan tentang aktivitasnya sebagai pedagang gorengan yang setiap hari harus naik turun bus menjajakan dagangannya.


Wanita paruh baya ini, mengaku sekolah hanya sampai kelas 3 SD. Karena kesulitan ekonomi, keluar sekolah ia jadi pengasong gorengan di terminal bus.
“Kalau jualan lagi sepi saya ke TBM untuk belajar membaca, menulis dan mengaji, lama-lama bisa menulis, membaca dan mengaji, terus iseng-iseng menulis pengalaman jadi pengasong, tau-tau jadi buku,” pungkasanya. (Johari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.