Digital Media Online

Gugatan 19 Warga Terhadap PT KAI, Tidak Dapat Diterima oleh Majelis Hakim

0 42

INFOPANTURA.COM(TEGALl) – Gugatan 19 warga korban penggusuran di Jalan Kol. Sudiarto, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI), Wali Kota Pemkot Tegal, Lurah Panggung, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tegal, Jawa Tengah, dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk verklaard/NO) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal, pada sidang putusan, kasus perdata, Rabu (16/09/2020).

Majelis Hakim yang dipimpin Paluko Hutagalung SH didampingi dua hakim anggora Elsa Rina SH dan Fatarony SH, menilai gugatan penggugat masih kurang lengkap persyaratan formalitasnya.

Humas PN Tegal, Fatarony SH kepada wartawan mengatakan, dalam putusan perkara perdata Nomor 12/Pdt.G/2020/PN Tgl, majelis hakim menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima atau NO (Niet Ontvankelijk verklaard) dan eksepsi para tergugat juga tidak dapat diterima. Majelis hakim memberi waktu selama 14 hari, kepada penggugat maupun tergugat untuk menyatakan upaya hukum atau mengajukan upaya hukum baru.

“Karena putusan NO, maka majelis hakim belum masuk ke materi gugatan, namun lebih kepada formalitas dari gugatan tersebut,” kata Fataroni Humas PN Tegal, kepada wartawan usai sidang, Rabu (16/09/2020).

Selain itu, majelis hakim menghukum para penggugat untuk  membayar biaya perkara sejumlah Rp. 1.713.000. “Penggugat juga diwajibkan membayar biaya perkara, sebesar Rp 1.713.000,” imbuh Fataroni, seperti yang dibacakan ketua majelis hakim Paluko Hutagalung.

Ketua LBH Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Kota Tegal Agus Slamet mengatakan, pihaknya bersama tim kuasa hukum akan membicarakan hasil keputusan dengan para penggugat.

“Kita diberi waktu 14 hari untuk melakukan upaya hokum,” kata pria yang akrab disapa Guslam itu.

Guslam mengemukakan, gugatan tersebut sebagai bentuk mencari keadilan terhadap 19 warga yang menjadi korban penggusuran di Jalan Kolonel Sudiarto dan Jalan Pancasila Kota Tegal.

“Ini dilema kita hidup di negara Pancasila. Dimana presiden menekankan kita semua agar bersikap adil, yang menjadi cita-cita kita semua. Namun kalau melihat keputusan hari ini antara harapan dan kenyataan berbeda,” kata Guslam.

Perlu diketahui, gugatan itu muncul setelah Pemkot Tegal dan PT KAI menggusur sebagai upaya revitalisasi mengubah wajah kota di kawasan staisun Tegal hingga ke alun-alun Kota Tegal. Namun pihak warga keberatan karena akibat penggusuran itu, 19 warga Gang Birau RT 07 dan RT 08/ RW 03, Kelutrahan Panggung, Tegal Timur, kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian tanpa adanya ganti untung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.