Digital Media Online

Status Waspada, Bupati Pemalang Tinjau Langsung Pos Pemantauan Gunung Slamet

0 56
Bupati Pemalang saat meninjau pos pemantauan gunung slamet desa Gambuhan

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Kementrian energi dan sumber daya mineral (ESDM) telah mengeluarkan surat dengan nomor : 1286/45/BGL.V/2019 terkait peningkatan aktifitas Gunung Slamet dari level I (Normal) menjadi level II (Waspada) pada hari Jum’at (9/8) kemarin.

Melihat kondisi semakin naiknya aktivitas gunung Slamet, bupati Pemalang Dr. H. Junaedi, SH.MM. melakukan tinjauan dengan mendatangi langsung pos pemantauan gunung Slamet di desa Gambuhan, Minggu (11/8).

Pada kesempatan tersebut, Bupati diterima oleh petugas kementerian energi dan sumber daya mineral badan geologi, pusat vulkanologi dan mitigasi bencana bidang geologi, pos pengamatan gunung Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi.

Bupati Pemalang Dr. H. Junaedi, SH.MM. menghimbau kepada para pendaki gunung baik dari Kabupaten Pemalang maupun dari luar Pemalang untuk tidak naik gunung Slamet sampai status gunung Slamet dinyatakan normal kembali.

Selain itu, bupati juga berharap agar warga masyarakat disekitar gunung Slamet yang selama ini telah waspada terhadap kondisi gunung Slamet untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Mari, kewaspadaan yang sudah ada untuk ditingkatkan karena sewaktu-waktu status dapat dinaikkan,” pesan bupati.

Apabila ada erupsi maupun kebencanaan gunung Slamet yang lain, jalur evakuasi sudah disiapkan. Dan dihimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

Sementara itu, dari penjelasan Sukedi, perkembangan gunung Slamet dari hari Jum’at sampai saat ini mengalami kecenderungan kenaikan kegempaan.

“Perkembangan hari Jum’at sampai sekarang kecenderungan dari kegempaan ada kenaikan. Parameter lain relatif stabil. Kondisi semacam ini radius yang harus steril 2 km dari titik aktifitas kawah,” jelas Sukedi.

Oleh karena itu, lanjutnya, pos pantau bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Perhutani, BPBD, SAR, Muspika untuk mensterilkan wilayah tersebut dari aktivitas manusia.

“Kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak menjemput para pendaki gunung untuk turun. Dan pada Sabtu (10/8), kondisi gunung pada radius 2 km dari pusat kawah sudah steril. Sedangkan aktifitas warga masyarakat yang berada di desa terdekat (yang ada di kabupaten Pemalang) berlangsung seperti biasanya karena jarak desa terdekat dari puncak sekitar 5,6 km,” terangnya.

Diinformasikan bahwa, kondisi gunung Slamet berdasarkan pantauan dari pos pengamatan di desa Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang pada periode Minggu (11/8) mulai pukul 00.00 sampai 06.00 wib yang di keluarkan oleh petugas pengamat gunung Slamet menyatakan kondisi meteorology menunjukkan cuaca berawan, angin bertiup lemah ke arah selatan dengan suhu udara berkisar 20.9-22.1 °C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Sedangkan visualitas gunung berkabut 0-I hingga kabut 0-II dengan asap kawah nihil. Untuk parameter kegempaan, terlihat kegempaan dikarenakan hembusan sebanyak 36 kali dengan amplitudo 2-6 mm, durasi 12-30 detik. Tektonik lokal hanya terjadi sekali dengan amplitudo 16 mm, S-P : 10 detik dengan durasi 85 detik. Dalam durasi ini tercatat Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 0.5-3 mm yang dominan 2 mm. Dalam kondisi seperti ini disimpulkan Tingkat Aktivitas Gunung Slamet Level II (Waspada) serta direkomendasikan masyarakat, pengunjung dan wisatawan tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2 km dari puncak gunung Slamet. *ed

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.