Digital Media Online

Pembacaaan Pidato Ganjar Pranowo, Menggema Di Kecamatan Tarub

0 283
Camat Tarub, Munawar S.Sos, Saat Memimpin Upacara HUT RI Ke 74 Di Halaman Kantor Kecamatan

INFOPANTURA.COM, KABUPATEN TEGAL. Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 74 di Kecamatan Tarub berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Tarub, Sabtu pagi (17/8/2019).

Upacara yang dihadiri oleh seluruh instansi pemerintahan dan pendidikan yang ada di Kecamatan Tarub ini dipimpin langsung oleh Camat Tarub, Munawar, S.Sos. Dimulai tepat pukul 08.00 WIB, diawali dengan tarian payung yang dibawakan oleh siswi – siswi sekolah dasar.

Ada yang menarik dalam upacara 17 – an kali ini, pidato Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lantang menggema ditelinga peserta upacara yang hadir. Pidato yang dibacakan oleh Camat Tarub itu penuh dengan narasi – narasi kebangsaan yang menggugah jiwa nasionalisme.

Pidato yang diawali dengan pepatah Kyai Abdurachman Wahid (Gusdur) yang isinya “Orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu, ketika berbuat baik” memiliki makna mendalam mengenai pluralisme.

Peserta Upacara Yang Dari Seluruh Instansi Yang Ada Di Kecamatan Tarub

Dalam narasi lainnya Ganjar juga menyinggung soal Pahlawan Nasional Agustinus Adi Sucipto dan Albertus Sugijapranoto. Dua sosok pahlawan yang adalah seorang Katholik, namun tidak pernah dipermasalahkan ketika menyandang gelar Pahlawan Nasional. Begitupun Letjend Gatot Subroto pahlawan asal Banyumas yang beragama Budha.

Sosok lainnya adalah Yap Tjwan Bing, salah satu anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), Lim Koen Hian anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia), dan tokoh keturunan arab, Faradz Bin Said Bin Awak Martak yang rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 dijadikan lokasi pembacaan naskah proklamasi.

HUT RI ke – 74 Tahun 2019 kali ini mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju”. Narasi – narasi kebangsaan yang menggugah semangat nasionalisme dan kesatuan NKRI, pasti akan membawa dampak positif terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bukan saja unggul tapi penuh rasa cinta tanah air.

Penggalan kata – kata Bung Karno “Jikalau saya peras yang lima jadi tiga, dan yang tiga jadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu GOTONG ROYONG” membuat pidato ini semakin menggelora.

Ditutup dengan narasi optimis, bahwa kecemerlangan bangsa ini tidak akan lama lagi. Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya, bahkan lebih.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke – 74.

Lazarus Sandya Wella

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.