Digital Media Online

Takmir Masjid Diajak Tangkal Radikalisme

0 15

INFOPANTURA.COM-BREBES – Sejumlah takmir masjid diajak untuk menangkal paham radikalisme di lingkungan sekitar dengan mengajak serta seluruh lapisan masyarakat. Hal itu terungkap dalam kegiatan lembauran kebangsaan di aula Kesbangpol Kabupaten Brebes Kamis (28/3) siang.

Kegiatan yang diselenggarakan kantor Kesbangpol bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia setempat diikuti sekitar 60 orang. Kegiatan sengaja digelar untuk menangkal paham radikalisme di wilayah Kabupaten Brebes.

Kasi Kesbang Kantor Kesbangpol Kabupaten Brebes Agus Ismanto Sip, Msi. Dalam sambutannya mengatakan dengan cepatnya masyarakat mendapatkan sebuah informasi maka pemahaman tentang radikalisme harus di sikapi dengan serius. Radikalisme yang muncul dalam kehidupan masyarakat harus di antisipasi datang dari luar maupun dari dalam.

“Kita harus menumbuhkan rasa cinta terhadap NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sebagai pondasi dalam hidup dan berwaga negara. Harapan sebuah bangsa adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap negara,”katanya.

Saat ini banyak bangsa yang ingin memiliki dan menghacurkan NKRI demi kepentingan mereka. Karena Indonesia sangatlah kaya akan bahasa, kekayaan alam, kekayaan tempat eksotis alam dan Indonesia menjadi negara yang paling aman.

“Azaz dalam negara kita adalah kerukunan. Mengapa di negara kita memiliki keanekaragaman agama dan kita harus menghormati akan pilihan hak tersebut,”jelasnya.

Menurut Agus, saat ini bangsa Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi yang pada 17 April 2019. Maka pihaknya mengajak kepada warga negara harus menyalurkan suara untuk pemimpin di 5 tahun kedepan.

“Walaupun kita berbeda pilihan tetapi kita harus satu yaitu menghormati pilihan masing masing dan jaga keamanan dan kenyamanan di seriap wilayah. Kita harus melawan dengan namanya Hoax, Proxy War, dan segala sesuatu yang dapat mengancam kedaulatan Negara Republik Indonesia,”pungkasnya.

Anggota FKUB Kabupaten Brebes Dr. Chusna Zein, MA mengatakan perilaku radikalisme sangat bertolak belakang dengan 4 Pilar Kebangsaan di Republik Indonesia. Pemikiran radikal sudah ada pada saat jaman nabi terkait masalah kekuasaan.

“Kita simpulkan bagi mereka-mereka yang berfikir secara radikal dikarenakan mereka gagal duduk di dalam parlemen atau kekuasaan,”ujar Chusna.

Kepala Kemenag Kabupaten Brebes Bp. Mahrus, M.Pdl mengatakan masjid sebagai pusat kegiatan untuk masyarakat. Karena peranan masjid sangat penting dikarenakan untuk kegiatan perkembangan islam.

“Tahun-tahun ini mulai mengalami pergeseran dulu masjid sangat lah ramai tetapi sekarang mulai berkurang di karenakan di setiap rumah sudah disediakan musola. Sebenarnya masjid adalah tempat untuk ajang bersilaturahmi,”tandas Mahrus.

Karenanya, Mahrus mengajak para pengurus tahmir masjid untuk mengajak agar masyarakat bisa meramaikan kembali di masjid. Diharapkan semua tahmir masjid di karenakan ada perubahan arah ke kiblat memang pada zaman nabi dan masa sekarang sudah berubah dikarenakan suatu pergeseran geologi. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.