Digital Media Online

Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

0

TEGAL – Pendidikan Politik sangat penting diberikan kepada masyarakat. Tidak hanya menjelang pemilu saja melainkan secara terus menerus dan rutin.

Itu diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Wasmad Edi Susilo saat memberikan paparan materi dalam seminar dan pendidikan politik kemarin. Menurutnya, Partai Golkar memandang sangat penting dilakukannya pendidikan politik masyarakat.

“Idealnya, tidak dilakuan saat pemilu atau kampanye, namun perlu terus menerus secara stimulant, massif dan terstruktur. Sehingga hasilnya dapat dirasakan lebih cepat menuju cita-cita masyarakat modern sadar politik,”ujar Wasmad.

Narasumber lainnya, Miftakhudin mengajak kepada masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas. Bukan pemilih yang menerima money politik atau pun politik transaksional.

“Mari kita gunakan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya. Agar tidak menjadi pemilih yang transaksional,”kata Miftahudin.

Sementara Siti Nurhayati menyampaikan beberapa isu mendasar mencakup wawasan dasar kebangsaan, idiologi politik, kepemiluan, sampai pada teknis sasaran target dan pola komunikasi yang dapat dilakukan pada kelompok majemuk maupun segmented sesuai tema. Momentum besar di tahun 2019 menjadi ujian, banyak orang menamakan tahun 2019 sebagai tahun politik.

“Dimana sejarah mencatat Indonesia akan menyelenggarakan pemilu serentak dengan menggabungkan pemilihan legislatih DPR RI,DPRD Prov,DPRD Kota/Kabupaten, DPD RI dan Pilpres secara bersamaan,”ungkap Siti Nurhayati.

Menurut Nurhayati, kegiatan ini diselenggarakan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang benar-benar memperjungkan aspirasi masyarakat sampai ke lapisan paling bawah. Selain tujuan dari membesarkan partai golkar serta mengoptimalkan fungsi pendidikan politik dari partai politik.

“Yaitu, memberi pemahaman mendasar pada warga Negara tentang kebangsaan, idiologi politik, kepemiluan. Kegiatan ini juga bertujuan mendiskusikan isu-isu kebangsaan dan isu kontemporer, menjaring aspirasi masyarakat sebagai salah satu instrument penting dalam pengambilan kebijakan partai,”terangnya.

Nurhayati menegaskan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar memilih pemimpin tidak lagi berdasarkan transaksional. Karena akan berdampak jangka pendek.

“Hal ini menjadi fenomena saat ini dan harusnya kita pelajari. Untuk pemilu yang akan datang kita harus memilih pemimpin berdasarkan simbiosismutualisme. Antara pemilih dan yang dipilih saling membutuhkan untuk jangka panjang,”pungkas Nurhayati.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.