Digital Media Online

PT SMJ vs Aliansi Masyarakat Taman Timur, Ini Kesepakatan Yang Dicapai

0
tanda tangani kesepakatan antara pihak PT. SMJ dengan Aliansi Masyarakat Taman Timur terkait aksi unjuk rasa menuntut perbaikan jalan akibat dampak tol

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Setelah melakukan audiensi dengan dihadiri perwakilan pihak Pemalang Batang Tol Road (PBTR) dan perwakilan Dinas PUPR Pemalang, akhirnya PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) dan Aliansi Masyarakat Taman Timur mencapai kesepakatan terkait aksi unjuk rasa menuntut perbaikan ruas jalan yang rusak akibat terdampak proyek pembangunan jalan tol, Rabu (26/9/2018).

 

“Dari hasil audiensi, ada tiga poin telah dinyatakan dan disepakati bersama. Pertama, tanggal 26 September 2018 akan dilakukan droping agregat untuk dilakukan clearing pada ruas jalan desa Jebed – desa Kendalsari serta ruas jalan desa Gondang – desa Sitemu,” ujar Karmudi dan Siswanto.

 

Kedua, lanjut mereka, tanggal 27 September 2018 akan dilakukan droping agregat lagi untuk ruas jalan desa Ujunggede – desa Banglarangan, ruas jalan desa Iser – desa Kendalsari, dan ruas jalan Comal – Bodeh. Hal itu dilaksanakan secara simultan setelah ruas yang menjadi prioritas terselesaikan.

 

“Untuk poin ketiganya adalah, yang melaksanakan pekerjaan adalah pihak PT. Sumber Mitra Jaya (SMJ),” tambah Karmudi.

Audiensi antara perwakilan pengunjuk rasa dengan PT. SMJ dihadiri oleh perwakilan pihak PBTR dan Dinas PUPR Pemalang

Pada kesempatan yang sama, Yudi, perwakilan dari Dinas PUPR kabupaten Pemalang menyampaikan, apa yang menjadi kesepakatan dan sudah tertanda tangani diharapkan untuk segera diinformasikan kepada masyarakat agar tidak timbul gejolak.

 

“Segera sampaikan kepada masyarakat bahwa telah ada komitmen akan segera dilakukan perbaikan oleh PT. SMJ,” imbau Yudi.

 

Kepada SMJ sendiri, Yudi berharap jangan terlalu lama dan diusahakan pelaksanaanya secara bersamaan mengingat pemda punya target sampai akhir Oktober tahun ini, setidaknya ruas yang jadi prioritas harus sudah selesai secara fungsional karena pemda masih punya tanggung jawab ruas lainya.

 

Sementara, M. Rahmat selaku perwakilan dari pihak PT. SMJ mengatakan, intinya disini adalah kepentingan rakyat, apapun permasalahanya bisa dibicarakan untuk mencari titik temu.

 

“Dalam proses ini perlu kebijakan yang luar biasa, kami ingin disini bagaimana kepentingan masyarakat dan kontraktor berjalan dengan baik. Kami berupaya profesional karena segala sesuatu pasti ada jalan tengah yang baik untuk semua kepentingan,” ucap Rahmat.

 

Aksi yang dijaga oleh aparat kepolisian kabupaten Pekalongan dan Pemalang pun berakhir damai dan pihak PT. SMJ langsung lakukan droping material agregat sejumlah 5 truk yang dikawal langsung oleh SMJ, PBTR dan perwakilan dari peserta aksi. *(benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.