Digital Media Online

Kantor DPRD Pemalang Digeruduk Massa

0 125
Andi Rustono dan puluhan warga Paduraksa Pemalang lainya saat aksi didepan kantor DPRD Pemalang

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Puluhan warga yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Paduraksa Cinta Padamu menggelar aksi didepan kantor DPRD kabupaten Pemalang, Kamis (26/10/2017).

 

Dalam aksi damai yang berlangsung sekira pukul 09.30 WIB tersebut, selain warga menuntut realisasi terkait dampak proyek pembangunan jalan Tol di kabupaten Pemalang, juga adanya tuntutan percepatan pembangunan pasar Paduraksa.

 

“Bangun segera pasar Paduraksa atau golput di pemilihan Gubernur. Ketidakjelasan pembangunan pasar menambah ketidaknyamanan pedagang dan pembeli. Kami cuman minta lumpur bersih dari jalanan, jalan berlubang segera urug dan ratakan, debu disiram, trotoar segera dibangun, serta hentikan pembangunan bolevard,” ucap korlap Andi Rustono dalam orasinya.

 

Dikatakanya, bersama para pedagang akan menanyakan kapan akan dilaksanakan perbaikan pasar Paduraksa karena sudah terjadi penyempitan dan banyaknya lobang di sepanjang jalan serta trotoar yang di rusak namun sampai sekarang belum ada perbaikan sehingga sering terjadi kecelakaan di lingkungan pasar.

 

“Perjuangan yang kita laksanakan pada hari ini bukan untuk warga Paduraksa saja, juga untuk kepentingan kita semua. Karena saat ini sepanjang jalan di Paduraksa rusak dan banyak yang berlobang sehingga membahayakan bagi semua pengguna jalan yang melewatinya,” kata Andi.

 

Ditambahkanya, warga tidak meminta yang aneh-aneh, hanya perbaikan jalan yang selama ini sudah banyak menelan korban dan tidak di laporkan ke pihak kepolisian. Pihaknya juga sudah menyampaikan keluhan dari warga ke Dewan tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

 

“Kita sudah sampaikan aspirasi ini ke Dewan dengan mengirim surat dan Audensi, bila mana nanti tidak ditanggapi maka nanti kita pulang ke pasar kita gelar tikar di tengah jalan bersama-sama,” cetusnya.

 

Ditegaskanya, pembangunan harus melihat stabilitas keamanan dan ekonomi.

 

“Sekarang kita sudah diperlakukan anarkis oleh penggerak pembangunan dengan membiarkan jalan rusak yang membuat banyak jatuh korban. Apa yang kita perjuangkan ini adalah milik kita bersama dan untuk kepentingan kita semua tidak hanya untuk warga Paduraksa saja,” tegas Andi.

 

Agenda aksi dilanjutkan dengan audiensi antara perwakilan warga dengan pihak-pihak terkait difasilitasi oleh komisi B DPRD Pemalang. *(benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.