Digital Media Online

Stabil, Harga Material Pabrikan Sebulan Terakhir

0 115
Komoditas
Komoditas

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Ibu rumah tangga selaku pengelola dapur yang dominan boleh saja resah akibat harga cabe yang terus melangit. Tapi para bapak yang cenderung memonopoli urusan pernak pernik perabotan dan material bangunan, tentu tetap berlega hati.

Pasalnya, untuk barang pabrikan seperti halnya semen, cat tembok, seng, asbes dan keramik yang tersedia di toko pengecer dalam sebulan terakhir harganya relatif stabil. Tidak naik dan tidak turun. Padahal orang telah menduga-duga sejak awal Desember lalu, harga-harga barang tersebut bakal melonjak karena akhir tahun dan memasuki tahun baru.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa pengelola toko besi dan material bangunan diperoleh kesimpulan prediksi kenaikan harga tersebut hanya isapan jempol. Harga-harga hampir semua produk pabrikan di toko tak beranjak naik sejak minggu pertama Desember hingga memasuki Minggu ketiga Januari 2017.
“Harga-harga masih ajek, Pak, belum ada tanda-tanda akan naik atau turun,” ujar Deni Purwoko (40) di tokonya di bilangan Pasar pagi, baru-baru ini.
Dia membenarkan adanya prediksi kenaikan menjelang akhir tahun, namun semuanya tidak terbukti karena harganya tetap ajek. Ungkapan senada disampaikan pedagang barang sejenis di bilangan Pelutan dan Paduraksa. Sempat ada kecurigaan akan kenaikan harga semen, tapi itupun tidak terbukti, harga semen tetap tidak berubah.
“Saya kira akan naik harganya, ternyata tidak naik, tetap ajeg,” tutur Iwan (36).
Dari penelusuran infopantura.com dibeberapa wilayah edar didapatkan harga-harga yang relatif stabil tersebut. Misalnya untuk produk cat tembok Matex Rp 90.000,- per galon (5Kg). Decolith Rp 96.000,–, falcon Rp 80.000,–dan Altex (nature) Rp 120.000,-.
Untuk semen merk Tiga Roda Rp 53.000,– per zak. Seng gelombang Rp 42.500,-. Asbes gelombang Rp 32.500,–.Keramik umum antara Rp 50.000,- hingga Rp 60.000,-. Pompa air Shimitzu Rp. 475.000,– Panasonic Rp 575.000,–Sanyo Rp. 600.000,-.
Beberapa pekerja bangunan, terutama yang berprofesi sebagai tukang batu, berpendapat sama tentang stabilnya harga material pabrikan yang banyak dibutuhkan masyarakat. Sebagian menilai akibat tidak banyaknya jumlah orang membangun menjadi penyebab harga barang kebutuhan tetap tidak naik.
Tetapi menurut Warja (51) tukang batu, orang membangun baik merenovasi atau membangun rumah tetap banyak. Itu berarti memang harganya material yang tidak mau naik atau turun. “Kalau harganya terus naik, kasihan yang mau membangun rumah, ya…?” ujarnya saat ditemui di toko besi Sanjaya, kompleks Pasar pagi, selasa (17/01) kemarin. (Mbah Nolo-Benk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.