Digital Media Online

Mbangun Pemalang, Bupati Ajak Netizen Medang Bareng

0
Medang bareng bupati pemalang dengan para netizen
Medang bareng bupati pemalang dengan para netizen

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Bupati Pemalang H Junaedi, SH, MM, mengajak para nitizen dan masyarakat memanfaatkan keberadaan media sosial (medsos) secara cerdas dan dewasa. Media sosial yang ada saat ini hendaknya dijadikan wahana untuk menyampaikan informasi positif yang pada muaranya akan memberikan dukungan terhadap program pembangunan di Kabupaten Pemalang.

Ajakan itu disampaikan H Junaedi dalam acara medang bareng bersama ratusan nitizen dan warga masyarakat pengguna internet, Rabu malam (30/11) kemarin. Hal tersebut dinilai menjadi sesuatu yang penting mengingat keberadaan medsos saat ini sudah membumi, dan para nitizen berperan akktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah demi terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Sekarang ini media sosial telah membumi, kami berterima kasih kepada para nitizen yang telah secara aktif memberikan informasi yang bermanfaat bagi kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas bupati.
Ditambahkan, dengan aktifnya para nitizen, pihak pemerintah Kabupaten Pemalang merasa sangat terbantu dengan adanya usulan-usulan untuk meningkatkan pelayanan publik.
Dengan direvisinya UU ITE, pesan bupati, para nitizen dan masyarakat pengguna medsos hendaknya lebih berhati-hati karena apabila terjadi kesalahan ada sanksi hukumnya. “Hendaknya memanfaatkan medsos dengan hati-hati, cerdas serta cakap,” imbuhnya.
Pertemuan dengan tajuk ‘CakapBermedia Sosial, Cerdas dan Kreatif Membangun Pemalang’ dihadiri sejumlah pejabat penting. Diantaranya Kapolres AKBP Kingkin Winisuda, Ketua DPRD H Agus Sukoco, Pinpiman Perhutani, Pimpinan Kantor Imigrasi, Pimpinan Lapas Pemalang, para Pimpinan SKPD, awak media serta para nitizen.
Ajakan untuk berhati-hati juga disampaikan Ketua DPRD maupun Kapolres AKBP Kingkin Winisuda. Menurut Kapolres, masyarakat harus berhati-hati menggunakan medsos karena ada sanksi hukumnya. Bermedia sosial sama sekali tidak dilarang, pemerintah juga tidak berarti mengekang. Tetapi pengguna atau nitizen harus benar-benar cermat, tidak menyebar kebencian ataupun ungkapan yang bersifat porovokatif.
Sebelumnya Kabag Humas Setda Pemalang Drs. Nugroho BR, MM, menyampaikan  bahwa medsos semakin penting. Dan saat ini separuh warga Indonesia, yakni sekitar 132,7 juta jiwa sudah terhubung dengan internet. (Mbah Nolo)

span>

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.