Digital Media Online

Kisruh Proyek, Kantor DPU dan DPRD Pemalang Jadi Sasaran Aksi Massa

0 266
aksi unjukrasa koalisi masyarakat pemalang peduli pembangunan (kmp3)
aksi unjukrasa koalisi masyarakat pemalang peduli pembangunan (kmp3)

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Buntut adanya dugaan pengkodisian dan indikasi korupsi dalam lelang tender (proyek) T.A 2016 di kabupaten Pemalang, kantor dinas pekerjaan umum (DPU) dan gedung DPRD Pemalang jadi sasaran aksi massa.

 

Senin, (20/6), ratusan massa dari PuskAPIK, GNPK-RI, LSM Pedas, Gelang Perak, Saka Swadesi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pemalang Peduli Pembangunan (KMP3), menggelar aksi unjuk rasa. Terlihat juga dalam rombongan pengunjukrasa, perwakilan mahasiswa serta masyarakat umum.

 

Kordinator lapangan Heru Kundhimiarso, dalam orasinya meminta agar Kepala DPU transparan dalam semua lelang proyek.

 

“Jangan tebang pilih dan semua lelang proyek tahun 2016 diulang kembali secara transparan,” teriak Kundhi.

 

Menariknya, diakhir orasi Kundhi menyerahkan tikus kepada salah satu perwakilan dari dinas PU Pemalang sebagai simbol PU sarang para (terindikasi) koruptor.

 

Menanggapi hal itu, Kepala DPU Ir. Daryono CES menyampaikan apresiasi atas upaya rekanan jasa konstruksi di Pemalang. Ia menekankan, apabila ada kontraktor rekanan jasa konstruksi Pemalang yang memakai atau meminjam bendera perusahaan lain jangan tanggung tanggung, pilih yang benar-benar bonafide dan kredibel sehingga tidak akan memusingkan PU sebagai regulator proyek.

 

Daryono meminta, rekanan jasa konstruksi di Pemalang lebih dapat berkembang maju serta dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan sehingga dapat mengikuti lelang tender proyek.

 

“Kita harus waspada terhadap rekanan proyek skala nasional maupun provinsi yang akan mendesak rekanan jasa konstruksi di level kabupaten,” tukasnya.

 

Dari dinas PU, sekira jam 10:00wib massa bergerak ke gedung DPRD Pemalang dengan membentangkan spanduk dan melanjutkan orasinya.

 

Diterima langsung oleh Ketua komisi B, Wardoyo, wakil ketua komisi B Fahmi Hakim, anggota komisi B, kepala DPU Ir. Daryono CES didampingi ketua lelang Eko Adi, dan staff lainnya, 10 (sepuluh), orang perwakilan pengunjuk rasa menggelar audensi.

 

Edi Macan, salah satu perwakilan massa mengungkapkan, adanya rekanan jasa konstruksi yang tidak mempunyai bendera bahkan menguasai beberapa puluh paket proyek penunjukan langsung (PL).

 

“Mewakili rekanan jasa konstruksi Pemalang, dari proyek yang ada di Pemalang, baik PL maupun tender terlihat aneh dan lucu. Yang tidak punya ‘bendera’ (perusahaan:red) dapat proyek sampai puluhan paket, tetapi yang punya malah sama sekali tidak kebagian,” Jelas Edi Macan.

 

Edi meminta, proyek PL tidak dikuasai oleh segelintir kontraktor saja, juga persyaratan yang tidak berbelit-belit sehingga rekanan jasa konstruksi Pemalang dapat ikut lelang tender.

 

Sementara diluar gedung terlihat massa yang datang tertib menggunakan bus, mobil maupun motor, berkumpul sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan, Pemalang Ora Didol, usir kapitalis dari bumi Pemalang !!!, Proyek Semrawut, Copot Kepala DPU !!!, Lelang Abal Abal, Evaluasi dan Lelang Ulang Semua Proyek Di Pemalang, Lelang Abal Abal, Evaluasi dan Lelang Ulang Semua Proyek Di Pemalang !!!, serta tulisan DPRD Jangan Bungkam, Kalian Bukan Broker Proyek !!!. *JK(benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.