Digital Media Online

Antisipasi Upal, Polsek Pulosari Sosialisasi Rutin

0
Kapolsek Pulosari AKP Nurdinowo bersama anggota saat giat rutin sosialisasi upal ke pedagang di pasar
Kapolsek Pulosari AKP Nurdinowo bersama anggota saat giat rutin sosialisasi upal ke pedagang di pasar

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Antisipasi maraknya peredaran upal (uang palsu) yang masih menjadi fenomena tahunan menjelang lebaran, Kapolsek Pulosari AKP Nurdinowo bersama anggota melaksanakan patroli untuk menghimbau para pedagang di pasar Pulosari, Kamis (23/6).

 

Menurutnya, selain pencegahan, sosialisasi tentang upal sangat berguna untuk pedagang.

 

“Peredaran upal masih menjadi fenomena tahunan, karena uang palsu kerap ditemukan di berbagai daerah menjelang lebaran,” ujar Kapolsek.

 

Maka dari itu, imbau Nurdin, pedagang untuk lebih jeli dan waspada setiap kali bertransaksi. Apalagi, jika tidak mengenal pembeli. Uang kertas yang baru diterima, terutama nominal besar, untuk diraba dan diterawang terlebih dahulu sebagai antispasi.

 

“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang menerima uang jangan langsung dimasukkan kantong, tapi dilihat dulu, diraba, dan diterawan agar lebih mantap. Bila ada, gunakan alat sinar ultraviolet untuk mengecek,” tutur Kapolsek di hadapan para pedagang.

 

Untuk membedakan yang asli dan palsu, kata Kapolsek, paling mudah dilakukan dengan cara dilihat, diterawang, dan diraba. Uang asli bewarna terang, sementara uang palsu warnanya lebih buram. Perhatikan juga bagian pojok kanan bawah uang kertas, dimana terdapat optical variabel ink (OVI). Jika diperhatikan, dari sudut pandang berbeda, OVI akan berubah warna dari hijau ke magenta. Disamping itu, disisi belakang uang asli juga terdapat benang pengaman yang tertanam rapi.

 

“Uang kertas asli bila diraba pada bagian angka, huruf, dan gambar pahlawan terasa kasar. Selain itu, uang asli jika diterawang di sebelah kanan terdapat gambar pahlawan, kemudian di bawah nilai nominal ada gambar lingkaran bertuliskan Bank Indonesia,” terang Kapolsek.

 

Sementara itu, Sumiyati (40), seorang pedagang sembako di Pasar Pulosari, menyambut baik sosialisasi deteksi upal dari kepolisian. Ia mengatakan, dengan kehadiran polisi di pasar, setidaknya bisa mencegah pelaku kejahatan termasuk pengedar upal untuk beraksi.

 

“Kami senang, dengan sosialisasi ini para pedagang jadi tahu bagaimana cara membedakan uang asli dan palsu. Semoga saja kami para pedagang kecil disini, tidak sampai tertipu oleh mereka (pengedar uang palsu),” ujar Sumi diamini rekan pedagang yang lain.

 

sumber: Humasres Pemalang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.