Digital Media Online

Walikota : Warga Jangan Tolak Petugas SE2016

0

PicsArt_05-04-11.50.45INFOPANTURA.COM-TEGAL – Sensus Ekonomi Tahun 2016 (SE2016) sudah dimulai sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2016. Petugas Cacah Lapangan (PCL) akan mendatangi setiap warga di Kota Tegal untuk mendapatkan potret perekonomian Kota Tegal secara utuh. Untuk itu, setiap warga di Kota Tegal dihimbau untuk menerima petugas SE dan memberikan data yang diminta secara terbuka.

Himbauan tersebut dikatakan Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno saat menerima PCL Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal yang ditugaskan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi terhadap Walikota Tegal di Ruang Audiensi Kantor Walikota Tegal, Senin (03/05).

Sebab, banyak warga yang ditemui oleh petugas SE2016 menolak untuk memberikan data-datanya. Padahal, sesuai dengan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, menyebutkan setiap warga  negara Indonesia wajib menyerahkan data yang dimiliki kepada petugas SE2016 dan dijaga kerahasiannya.

Untuk itu, Walikota meminta petugas dapat menyampaikan maksud dan tujuan dan bersikapkoperatif sehingga pendekatan lebih luwes sehinggamasyarakat nyaman berikan data. Sehingga petugas mendapatkan data yang optimal. “Karena masyarakat kita mempunyai karakter yang berbeda-beda masing-maisng orang,” ungkap Walikota

Menurut Petugas Pencacah SE2016 Kecamatan Tegal Timur, Dina Rachmania Atisundara, AMd, yang didampingi Pengawas/Pemeriksa SE2016 Frida, SIP, petugas berupaya untuk meminta data dengan menyertakan surat tugas resmi dari BPS dan melakukan pendekatan dengan baik kepada masyarakat. Dina bersama Frida meminta data secara langsung dengan wawancara kepada Walikota Tegal. Usai pendataan, Rumah Dinas Walikota diberi sticker SE2016 sebagai tanda telah disensus dan sebagai teladan bagi warga Kota Tegal lainnya, bahwa Walikota Tegal juga disensus oleh BPS.

Kepala BPS Kota Tegal Drs. Kunto Dewandono mengatakan untuk melaksanakan pencacahan SE2016, pihaknya membuat sistem pencacahan dengan peta blok sebanyak 783 peta blok. Satu blokbiasanya satu RT atau RW tergantung muatan bangunannya dengan satu blok bisa 120 bangunan.

Menurut Kunto, selama SE2016 berjalan tiga hari, respon masyarakat bagus dan terbuka. Namun beberapa lembaga keuangan yang belum memberikan datanya. Untuk itu, BPS bekerja sama dengan BI karena setiap bulan lembaga keuangan menyerahkan laporannya kepada BI. “Namun petugas kita tetap turun, apakah masih operasional atau tidak, berapa karyawannya dan lain sebagainya,” ungkap Kunto.

Subject Meter SE2016 Ratna Sari Dewi SST, MM menyebut ada petugas yang kesulitan dalam melaksanakan sensus dimana kurang koperatif perusahaan di jalan besar atau protocol Kota Tegal.“Setelah PCL dan PML mengalami penolakan, minggu depan semua organik turun,” ungkapnya.

Sementara wilayah Tegal Selatan dan Margadana sudah banyak yang disensus dan digeber untuk Tegal Barat dan Timur. Untuk Margadana banyak yang warga yang bekerja membuka Warteg di Jakarta, maka sensus dilakukan oleh BPS Jakarta terhadap wartegnya. Sementara rumah tangganya disensus oleh BPSKota Tegal. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.