Digital Media Online

TAPD Solok Belajar Anggaran di Kota Tegal

0

KOTA SOLOKINFOPANTURA.COM – TEGAL – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Solok Provinsi Sumatera Barat menimba ilmu mengenai Anggaran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Selasa (24/05/2016).

Kedatangan 25 anggota TAPD Kota Solok dalam rangka kunjungan kerja itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solok Hj. Ir. Helmiyati dan diterima oleh Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, SH, MH.

Dyah Kemala Sintha dalam sambutan selamat datangnya memaparkan mengenai keadaan makro Kota Tegal. Baik potensi, keadaan demografis, ekonomi, sosial, dan budaya. “Kota Tegal identik dengan Kota Bahari dengan banyak masyarakat yang berkecimpung di bidang perikanan sebagai nelayan,” ungkap Dyah Kemala Sintha.

Mengenai APBD Kota Tegal, untuk tahun 2016 ini Kota Tegal mengelola anggaran sebesar Rp. 1 triliun. “Jadi bayangan mudah saya itui, berarti di tahun 2016 ada uang  beredar di Kota Tegal sekitar Rp. 1 triliun,” tutur Plt. Sekda.

Sementara dipaparkan Plt. Sekda, pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tegal sekitar Rp. 250 Miliar dan Kota Tegal beruntung mendapat DAK yang cukup tinggi untuk menutup pembangunan infrastruktur di Kota Tegal.

Sekda Kota Solok mengatakan dalam rangka kunjungan sharing informasi, ada beberapa yang belum di capai Kota Solok. Oleh karena itu, Kota Solok ingin mengetahui apa yang dilakukan Pemkot Tegal dalam mengelola anggarannya. Dengan APBD Kota Solok yang anggarannya separuh dari Kota Tegal dan komposisi belanja tidak langsung sebesar 51 persen belanja tidak langsung dan 49 persen belanja langsung. “Permasalahan kurangnya PNS karena motarium dan pensiun mempengaruhi pelaksanaan kegiatan. Dengan jumlah PNS sebanyak 3.000 yang di dominasi oleh guru,” kata Sekda Kota Solok.

Sekda Solok juga mempertanyakan kesiapan Kota Tegal untuk pelaksanaan pengambilalihan pendidikan tingkat SMA di kelola provinsi. “Di anggaran tahun 2017 tetap dimasukan untuk berjaga-jaga, kami takut karena belum pasti dari provinsi dilaksanakan. Karena bulan September 2016 baru ditarik provinsi,” tutur Sekda Kota Solok.

Mengenai pelaporan dengan acrrual basis sudah sejak tahun 2015 dilaksanakan dan dari hasil pelaksanaan pengelolaan aset di Kota Solok ada beberapa yang belum maksimal pengelolaannya. “Sehingga perlu upaya menyusun neraca di APBD supaya lancar,” katanya.

Hal lain yang ingin diketahui Sekda Kota Solok antara lain mengenai pengelolaan pasar tradisional dan upaya Pemkot Tegal dalam menentukan potensi untuk meningkatkan PAD Kota Tegal.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.