Digital Media Online

PuskAPIK Minta Bupati Pemalang Rombak “KABINET”nya

0
Direktur Eksekutif PuskAPIK Heru Kundhimiarso
Heru Kundhimiarso Direktur Eksekutif PuskAPIK kabupaten Pemalang

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Perombakan “kabinet” ditubuh pemkab perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kerja dan layanan prima kepada masyarakat (public of service), peningkatan kesejahteraan rakyat dan percepatan pembangunan di segala lini. Maka dari itu, Bupati Pemalang, H. M. Junaedi, SH.MM. diharapkan segera melakukan reformasi birokrasi dengan merombak “kabinet” melalui mutasi, rotasi atau rolling jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.

Demikian pernyataan Direktur Eksekutif Pusat Informasi dan Kajian Kebijakan Publik (PuskAPIK) Heru kundhimiarso dalam menyikapi kondisi nyata birokrasi Pemkab Pemalang, Selasa (24/5/2016) di kantornya, jalan Cisadane no.33 Kebondalem, Pemalang.

Kundhi menilai, ditubuh pemkab saat ini banyak pimpinan SKPD yang posisinya tidak sesuai pada porsi atau kurang memahami dan menjiwai tugas masing-masing.

“Jika kondisi seperti ini terus dipertahankan, dikhawatirkan pimpinan SKPD dan perangkat yang sudah dinilai kurang mampu justru akan menghambat percepatan pembangunan dan pelayanan prima kepada masyarakat. Artinya ya gagal total,” tegas Kundhi.

Diharapkan, lanjut Kundhi, pada awal masa jabatan periode keduanya, Junaedi dapat mengoptimalkan kinerja dengan membuat gebrakan mendasar yakni melakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh dan objektif terhadap pemangku jabatan dalam “kabinetnya”.

“Karena, perombakan “kabinet” diharapkan menjadi lokomotif perubahan birokrasi bagi percepatan pembangunan,” kata Kundhi.

Kundhi menambahkan, sebagai kontrol sosial, PuskAPIK tentu berkewajiban melakukan evaluasi dan menyampaikan rekomendasi (second opinion) untuk bupati.

“Ini bukan menjustifikasi, tapi lebih merupakan hasil monitoring dan kajian dari masyarakat kepada Kepala Daerah agar Pemkab Pemalang tidak mengalami stagnan dalam menjalankan program kerjanya,” imbuh Kundhi.

Jika nantinya terjadi perombakan, tandas Kundhi, ke depan bupati tidak lagi memakai orang-orang yang hanya ABS (Asal Bapak Senang), tidak visioner, professional, dan tidak punya program yang jelas.

“Sudah saatnya, para pejabat yang tidak punya prestasi dan dedikasi harus diganti dengan pegawai yang kapabel, profesional dan kompetitif. Di periode kedua ini, Junaedi harus lebih baik dari periode sebelumnya,” pungkasnya. (benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.