Digital Media Online

Dipicu Beda Kepentingan, Dua LSM Nyaris Bentrok

0

 

aksi demo di depan kantor Disperindagkop kabupaten Pemalang
aksi demo di depan kantor Disperindagkop kabupaten Pemalang

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Dua LSM yang menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperas (Disperindagkop) kabupaten Pemalang pada Kamis(25/5/2016) nyaris bentrok. Pasalnya, aksi keduanya dilatarbelakangi oleh kepentingan yang berbeda terkait pembangungan pasar buah dan sayur di komplek pasar pagi Pemalang.

Dalam orasinya, Edi Suprayogi yang datang atas nama Aliansi Perjuangan Masyarakat dan Pedagang untuk perubahan pasar buah dan sayur dengan back up ormas Pemuda Pancasila kecamatan Taman mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan pasar buah secara swadaya.

“Kami menyatakan sikap berdasarkan point-point permasalahan seperti kondisi insfrastruktur yang sangat memprihatinkan apalagi pada musim hujan sering banjir, maka harus segera dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Banyaknya lapak-lapak liar yang berdiri juga perlu diinventarisir. Selain itu, pembangunan kios untuk mengakomodir pedagang, termasuk kuliner agar lebih menambah kesan elok situasi pasar buah juga dipandang perlu dilakukan,” kata Edi.

Atas nama aliansi, jelas Edi, pihaknya mengajukan tuntutan diantaranya, meminta kepada pemkab untuk membuat rancangan pembangunan insfrastruktur perbaikan pasar buah beserta RABnya, memberlakukan konsep pasar buah dan sayur mayur dengan melibatkan paguyuban sebagai upaya untuk mensinergikan antara pemberi dan penerima manfaat, serta memaksimalkan pengelolaan pasar sebagai aset daerah.

Sementara, LSM Lindu Aji Pemalang yang datang dimotori oleh Andi Rustono menginginkan kegiatan pembangunan kios atau lapak dalam pasar buah dan sayur dihentikan dengan alasan pembangunan tersebut adalah ilegal.

“Berdasarkan komitmen dari hasil audiensi pada Rabu ( 11/5) lalu diruang komisi DPRD Pemalang dilajutkan dengan sidak ke lokasi, serta direspon kembali pada Kamis (12/5) oleh pihak paguyuban, maka disepakati untuk kegiatan pembangunan kios atau lapak dalam pasar buah dan sayur dihentikan dengan alasan pembangunan tersebut ilegal dan tanpa ijin resmi yang digariskan oleh Pemda Pemalang,” jelas Andi dalam tuntutan dengan kop surat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lindu Aji kabupaten Pemalang.

Lebih lanjut, Andi juga mengecam paguyuban sebagai organisasi resmi dan sah namun tidak cukup paham akan peraturan sehingga pelanggaran demi pelanggaran dilakukan, bahkan terkesan melecehkan keputusan DPRD Pemalang. *JK(benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.