Digital Media Online

PDM dan Aisyiyah Kota Tegal Dilantik

0

walkot lantik musdaINFOPANTURA.COM – TEGAL – Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tegal yang diketuai H. Nahdirin Maskha reski dilantik untuk masa bakti 2015-2020. Sebelumnya Nahdirin terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah Kota Tegal Periode Muktamar ke-47 yang diselenggarakan di Aula SMK Muhammadiyah 1, Minggu (17/01).

Usai dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. Rosihan SH, M.Ag, Nahdirin langsung melantik Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Tegal yang diketuai Hj. Dewi Umaroh, S.Psi. Hadir Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno, Wakil Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah, dr. Hj. Umul Baroroh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Nuril Anwar, SH, Ketua-ketua PD Muhamadiyah dan PD Aisyiyah Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang, Ketua-ketua cabang dan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah serta organisasi-organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah Kota Tegal.

“Pelantikan ini merupakan kelanjutan Musda yang digelar pada 17 Januari lalu. Waktu itu telah terpilih Formatur Daerah Muhammadiyah Kota Tegal,” ungkap Sekretaris PDM Kota Tegal H. Drajat.

Nahdirin mengatakan pelantikan Pengurus PDM Kota Tegal yang dilakukan hanya formalitas saja. Sebab, semua pengurus PDM telah sudah langsung bekerja semua. Dengan majelis sudah terisi semua, bagian sudah terisi dan bekerja serta bagi ketua-ketua merupakan koordinator juga telah bekerja.

“Pempinan Muhammadiyah bermitra dengan Pemerintah Kota Tegal untuk pembangunan Kota Tegal kaitannya dengan ekonomi kerakyatan dibangun bersama Muhammadiyah dengan Pemerintah Kota Tegal. Kita yakin bisa bersinergi, kita rapatkan untuk membangun kebersamaan dan kesejahteraan Kota Tegal tanpa membedakan agama. Lakum Dinukum Waliadin,” ungkap Nahdirin di Gedung Mulya Damai, Minggu (20/03).

Walikota mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus PD Muhammadiyah dan PD Aisyiyah Kota Tegal yang telah dilantik. Walikota berharap momentum pelantikan itu mampu dijadikan sebagai titik tolak bagi langkah-langkah besar yang akan dilakukan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam meningkatkan pemberdayaan umat di Kota Tegal.

“Sehingga Kota Tegal semakin kokoh dalam bingkai iman dan Islam yang berkemajuan. Dan akan terbarukan pula ghirah atau semangat untuk berjuang menegakkan nilai-nilai kebenaran, melalui wadah organisasi,” ungkap Walikota.

Walikota yakni dan percaya, kepengurusan yang baru terbentuk berisikan tokoh-tokoh potensial yang mampu menghidupkan organisasi, mengembangkan program-program strategis, dan membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah. Sehingga terbangun sinergitas yang akurat antara Muhammadiyah, Aisyiyah dan Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia di Kota Tegal.

“Dengan mengusung prinsip amar ma’ruf nahi munkar, mengembangkan dakwah dan pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri. Membangun lembaga-lembaga ekonomi yang berbasis kerakyatan, serta melakukan perkuatan tenaga-tenaga profesional melalui berbagai pendidikan dan latihan bagi angkatan kerja,” sebut Walikota.

Tentu, lanjut Walikota semua yang dilakukan oleh Muhammadiyyah dan Aisyiyah dilandasi oleh kesadaran betapa pentingnya organisasi untuk mengelola setiap kebajikan. Karena kejahatan yang terorganisir dengan baik, akan mampu mengalahkan  kebaikan yang tak terorganisir. Di sinilah arti penting dari sebuah organisasi kemasyarakatan.

Dengan adanya momentum pelantikan dan pergantian kepengurusan sekaligus menjadi pertanda, dikatakan Walikota,  masih adanya denyut nadi pada sebuah organisasi. Karena pergantian kepengurusan, selain membuka peluang berlangsung-nya regenerasi di antara kader organisasi, juga memperbarui semangat untuk mengembangkan organisasi. Dan selalu ada harapan baru seiring terbentuknya kepengurusan baru. Terlebih jika regenerasi yang berlangsung mampu mengakomodir kader-kader terbaik.

“Regenerasi adalah syarat mutlak bagi keberlangsungan sebuah organisasi. Karena tanpa proses regenerasi, maka sebuah organisasi akan terhenti hanya di satu generasi,” sebut Walikota

Diakhir sambutan, Walikota berpesan kepada segenap pengurus, anggota dan simpatisan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Tegal, untuk tetap menjaga dan melestarikan norma-norma agama di tengah-tengah masyarakat secara bersama-sama. “Agar masyarakat dan bangsa kita selamat dari segala macam bentuk perpecahan, sehingga selamat menuju bangsa yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur,” harapan Walikota. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.