Digital Media Online

Genjot Perekonomian Rakyat, Brebes Gandeng OJK

0

Deputi Menteri Ekonomi2
INFOPANTURA.COM-BREBES-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kerja sama meningkatkan percepatan pembangunan perekonomian kerakyatan di Kabupaten Brebes. Langkah ini ditempuh agar masyarakat Brebes bisa sejahtera dengan melakukan berbagai terobosan ekonomi kreatif seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah bidang pertanian, peternakan dan lain-lain.

Kedua belah pihak telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Bebes dengan melihat secara jelas kondisi masyarakat Brebes, yang didahului dengan menemui Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE di Pendopo Bupati, Kamis (17/3/16).

Direktur Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Eko Ariyanto mengajak kepada perbankan pemerintah dan swasta untuk ‘mengeroyok’ dukungan pembiayaan. Yang tentunya dengan suku bunga yang kompetitif, untuk pembiayaan sektor UMKM di bidang pertanian dan peternakan yang akan digarap di Brebes.

Dikatakannya, sektor UMKM Indonesia menyumbang 60% Produk Domestik Bruto, dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Kontribusi UMKM terbukti sangat signifikan bagi perekonomian nasional, sehingga akses layanan keuangan bagi UMKM harus terus diperbesar untuk mendorong pengembangannya.

Asisten Deputi Telematika dan Utilitas Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Edy Satria menjelaskan, percepatan pembangunan perekonomian kerakyatan dilakukan secara bersama-sama. Dalam artian tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi harus ‘dikeroyok’ untuk bergotong royong.

Di berbagai kementerian, lanjutnya, nantinya akan disinergikan seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang misalnya, akan difokuskan untuk memberikan sertifikasi tanah rakyat. Kemudian, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, bisa menggencarkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sedangkan Kementerian Perdagangan bisa mengatur mengenai tata niaga perdagangan bawang di Brebes.

“Bawang di Brebes selama ini dikuasai oleh Tengkulak, maka perlu dilakukan perbaikan sistem logistik, sehingga harga tidak bisa dipermainkan,” kata Edy.

Masyarakat petani, kata Edy juga akan diberi pelatihan bagaimana bisa menggunakan teknologi informasi (ICT) terutama transaksasi jasa keuangan yang dilengkapi dengan aplikasi tertentu sehingga tidak bisa dibohongi.

Percepatan akses keuangan juga mendapat perhatian karena di Indonesia ada 2500 jasa kekuangan yang bergerak. Tapi nantinya hanya beberapa bank saja yang di libatkan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mampu memberi responsibity keuangan pada pemerintah. “Pengelolaan dana desa, juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan,” tuturnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengaku berterima kepada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian yang telah memberi kepercayaan kepada Brebes dalam program ekonomi kerakyatan. Berbagai langkah yang akan diambil, mudah-mudahan bisa menuju kemakmuran bersama bagi masyarakat Brebes.

Kedatangan Kementerian Koordinator bidang perekonomian dan OJK mudah-mudahan bisa menemukan persamaan persepsi. Sehingga bisa diakselerasi program yang ada dengan melihat secara langsung kondisi masyarakat Brebes.

Tidak dipungkiri, kalau Kabupaten Brebes berada pada posisi Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) berada di level 34 dari 35 Kabupaten Kota Se Jawa Tengah. Namun demikian, tidak berarti Pemkab Brebes tinggal diam namun terus berikhtiar untuk bisa meningkat IPM pada tingkat ke 30 atau 20. “Kami bertekad IPM Brebes bisa naik ke tingkat antara 30 sampai 20,” tekadnya.

Rombongan selanjutnya bertolak ke wilayah Kecamatan Larangan untuk melihat secara langsung keadaan masyarakatnya. Untuk selanjutnya dicarikan solusi penanggulangan kemiskinan dan percepatan pembangunan perekonomian rakyat Brebes. (wasdiun)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.