Digital Media Online

Diteguhkan Inisiasi Kerjasama Kesehatan Antar Perbatasan

0

kerjasama lintas batasINFOPANTURA.COM – BREBES – Upaya peningkatan derajat kesehatan bagi warga masyarakat Kabupaten Brebes terus dilakukan. Antara lain dengan menginisiasi kerjasama layanan rujukan antar wilayah perbatasan di bidang kesehatan. Jumlah penduduk yang banyak di Kabupaten Brebes menjadikan daya tampung pelayanan rujukan tidak bisa tertampung di RSU maupun Puskesmas di Kabupaten Brebes.

“Wilayah Kabupaten Brebes dikepung daerah-daerah tetangga yang memiliki Rumah Sakit yang besar sehingga tidak berobat di Brebes,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi Purwoko, saat pertemuan lintas batas 2016, review perjanjian kerja sama dan inisiasi perjanjian kerjasama lintas batas untuk memperkuat jejaring rujukan, di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman 20 Brebes (13/3/16).

Gunadi menjelaskan, dari kegelisahan tidak terlayaninya penduduk Kabupaten Brebes oleh rumah sakitnya sendiri, maka perlu dijalin kerja sama antar kawasan lintas perbatasan. “Kami hanya memiliki 9 rumah sakit dan 38 puskesmas dan dengan jarak yang berjauhan,maka daerah tetangga yang lebih dekat menjadi rujukan masyarakat Brebes,” kata Gunadi.

Untuk itu, lanjutnya, perlu di laksanakan perjanjian kerja sama lintas batas tentang pelayanan rujukan kegawat daruratan maternal dan neonatal lintas wilayah tahun 2016.

Dengan perjanjian ini, para pihak terkait mampu meningkatkan pelayanan rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di luar wilayah Kab. Brebes secara efektif, efisien berkeadilan dan memenuhi tata kelola Klinis pada wilayah pelayanan.

Secara Khusus, mampu meningkatkan mutu pelayanan kegawat daruratan maternal dan Neonaternal pada fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Brebes maupun luar wilayah Kabupaten Brebes. Disamping itu, meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem rujukan antara fasilitas pelayanan kesehatan tingkat dasar dan jaringannya dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat Lanjutan.

Yang tidak kalah penting adalah membentuk jaring kerja sama dan sinergi pelayanan rujukan kegawat daruratan antara fasilitas pelayanan kesehatan jenjang rujukan sesuai dengan kopetensi dan kewenangan masing masing.

Sasaran dari kesepakatan ini, nantinya bisa tercapai visi zero tolerance to death (terwujudnya keselamatan semua ibu dan bayi baru lahir). “Dengan didukung data yang akurat, penurunan angka kematian maternal dan neonatal ke angka yang serendah rendahnya,” pungkas Gunadi.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut baik upaya kerjasama lintas batas pelayanan rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Diharapkan semua pihak bisa saling bahu membahu mewujudkan kesehatan bagi ibu dan anak, kususnya dalam tata kelola klinis dan pelayanan rujukan kegawatdaruratan.

“Dengan layanan lintas batas ini, BPJS Kesehatan bisa berperan lebih pro aktif dengan membangun komunikasi antar wilayah,” ajak Bupati.

Hanya saja, kata Bupati, ketika kebetulan warga tersebut belum masuk BPJS Kesehatan perlu kesepahaman bersama antar pemimpin kepala daerah dalam hal ini dinas kesehatan untuk mencari solusi terbaiknya.

Ketua Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kuncibersama Aang Hamid Suganda mengatakan, kerjasama terjalin karena ada kesatuan pandangan dan kebutuhan. Seperti halnya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, seperti penurunan angka kematian ibu dan anak harus disadari bersama ketika terjadi kegawatdaruratan. “Tidak boleh tidak, kita harus saling bekerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Rata-rata rumah sakit belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang seimbang dengan jumlah rumah sakit yang tersedia. Untuk itu, perlu adanya kerja sama dalam memenuhi SDM tadi. Untuk meningkatkan SDM, bagi daerah Brebes, Tegal, Slawi, Cirebon, Kuningan, Banyumas, Cilacap dan sekitarnya baru ada satu Universitas Negeri yakni Universitas Jenderal Sudirman di Purwokerto. “Kita bisa berharap, dari kampus tersebut bakal mencetak dokter-dokter specialis,” harap Aang yang juga mantan Bupati Kuningan.

Dia yakin karena kesehatan merupakan kebutuhan primer, maka kebijakan yang akan diambil oleh para kepala daerah khususnya anggaran, akan dipenuhi sesuai kebutuhannya. “Mari kita diskusikan dan sepakati bersama hal-hal yang menyangkut kebutuhan bersama menuju Kabupaten atau Kota yang sehat di daerah-daerah perbatasan,” ucapnya.

Selain dihadiri 80 orang peserta, turut hadir perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Jateng dan Jabar, Team Leader Emas Jateng, Direktur Rumah Sakit Negri dan Swasta di Brebes, Tegal, Slawi, Cirebon, Cilacap dan Banyumas.

Selanjutnya peserta melakukan penandatanganan Draft Perjanjian Kerjasama tentang pelayanan rujukan kegawat daruratan maternal dan neonatal lintas batas wilayah Kabupaten. (wasdiun)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.