Digital Media Online

SMK YPT Tiga Besar di Jawa Tengah

0

WALKOT2016INFOPANTURA.COM – TEGAL – Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Teknologi (SMK YPT) Kota Tegal masuk tiga besar SMK di Jawa Tengah dalam Seleksi Standart Mutu. SMK YPT Kota Tegal bersanding dengan SMK ADB Adiwerna dan SMK 2 Purwokerto.

Prestasi yang diukir SMK YPT berkat program CSR (Coorporate Social Responsible) kerjasama dengan menggandeng PT. Astra Daihatsu dalam program Pintar Bersama Daihatsu sejak tahun 2009 lalu. Dengan prestasi tersebut, SMK YPT Kota Tegal ditunjuk sebagai tempat dilaksanakannya Training Assessor untuk pelaksanaan uji standarisasi kompetensi standar Daihatsu.

“Kita kebetulan ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan yang diikuti oleh guru-guru SMK seluruh Indonesia, selama dua hari Kamis (05/02) dan Jumat (06/02),” ungkap Kepala SMK YPT Kota Tegal Solehin usai Audiensi dengan Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno di Kantor Walikota Tegal Selasa (02/02/2016).

Training Assesor diikuti oleh 18 orang peserta dari 13 sekolahan hasil dari penilaian akreditasi. Sekolah tersebut adalah sekolah yang mengikuti program Bina Bersama Daihatsu dan masuk memenuhi standart. “Assessor berfungsi sebagai juri dan penilai saat siswa mengikti pelaksaaan uji standarisasi kompetensi standart daihatsu,” ungkap Solehin.

Menurut Solehin, banyak keuntungan sekolah bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu dengan empat pilar yaitu Pintar Bersama Daihatsu, Sehat bersama Daihatsu, Hijau Bersama Daihatsu dan Sejahtera Bersama Daihatsu.

Disebutkannya, program pintar bersama Daihatsu diikuti mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi. Dan SMK ini termasuk diantaranya dalam program pintar bersama Daihatsu kurikulumnya distandarkan standar Daihatsu sehingga muncul kurikulum integrated atau sinkronisasi kurikulum yaitu kurikulum perusahaan dan kurikulum pemerintah. “Ini kita sudah distandarkan dalam artian mana-mana yang tidak ada atau tidak tercantum dan menjadi kekurangan dari kurikulum pemerintah maka kurikulum perusahaan dapat melengkapi,” tutur Solehin.

Diakui Solehin inti pendidikan dengan kurikulum ini tidak mengejar secara akademik. Artinya bukan mengejar nilai-nilai akademis, juga pada soft skill yaitu pada penilaian sikap, mental dan disiplinnya. Seain itu anak didik yang telah lulus memiliki nilai lebih karena mempunyai skill dan jika bekerja di bengkel bisa langsung menjadi teknisi. Padahal jika lulusan sekolah lain ketika bekerja dibengkel minimal satu tahun menjadi mekanik, baru diberi kesempatan mengikuti pelatihan teknisi. “Sehingga anak didik tidak perlu dilatih kembali oleh perusahaan. Inilah yang menjadi keuntungan perusahaan maupun nilai lebih anak didik,” ungkap Solehin.

Moh. Ismail Mudjsa Staf Program Pintar Bersama Daihatsu mengatakan cukup bangga dengan pencapaian yang telah dicapai oleh SMK YPT Tegal. Sebab implementasi yang sudah diberikan baik training guru, training siswa, baik soft skill maupun hard skill dilaksanakan sangat baik oleh SMK YPT Tegal.

“Dan SMK YPT Kota Tegal bisa menjadi percontohan sekolah lainnnya bukan hanya di sekolah di Tegal atau di daerah Jawa Tengah tetapi juga di Indonesia. Sekolah lain selalu melakukan visit ke SMK YPT Tegal untuk melihat bagaimana berindustri dan implementasikan soft skill dan hard skill,” ungkap Ismail yang menyebut secara presentasi PT Astra Daihatsu memiliki 12.000 karyawan yang rata-rata di ambil di SMK di Jawa Tengah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Drs. Johardi, MM memberikan apresiasi kepada SMK YPT yang menjadi percontohan perwakilan secara nasional. “Kami sangat mendukung dan terima kasih kepada PT Astra Daihatsu yang telah memberikan peluang dan persaingan ppositif terhadap anak-anak didik kita yang sudah lulus karena diberikan peluang sepenuhnhya untuk bisa masuk sesuai seleksi-seleksi yang telah terstandarkan oleh PT Astra Daihatsu seperti seleksi di tingkat Nasional,” ungkap Johardi.

Johari berharap sekolah lain juga memmiliki komitmen yang sama untuk dapat berprestasi.  Pemerintah berharap agar kepala sekolah dan guru agar bisa menerapkan program-program yang bersifat bersaing secara nasional maupun internasional. “Marilah kita bersaing menata diri karena di sekolah-sekolah dengan adanya program ini, anak-anak menjadi semangat belajar karena lulusannya sudah dtinggung oleh perusahaan,” ungkap Johardi.

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno sangat mendukung program kerja sama yang dilaksanakan oleh SMK YPT dengan PT Astra Daihatsu. Sebab di era globalisasi saat ini apalagi dengan adanya MEA yang menjadi tantangan dan kewaspadaan Bangsa Indonesia karena pekerja asing bisa masuk ke Indonesia tanpa persyaratan menguasai bahasa Indonesia. “Untuk itu dengan program ini menelurkan SDM berkualitas dengan skill yang mumpuni melalui pendidikan sehingga diharapkan siap menghadapi MEA,” ujar Walikota. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.