Digital Media Online

Fikri: Brebes Perlu Pemimpin Baru

0

IMG-20160107-WA0030

INFOPANTURA.COM-BREBES-Anggota DPR dari daerah pemilihan Tegal dan Brebes, Fikri Faqih menegaskan perlunya warga Brebes mendapatkan pemimpin baru yang layak demi mengeluarkan Brebes dari keterpurukan.

 “Brebes perlu dipimpin oleh figur baru yang mau serius bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya, bukan yang bekerja hanya satu kali dalam lima tahun dengan membagi-bagikan sepuluh-dua puluh ribu Rupiah,” ucapnya di tengah silaturahim dengan warga dan tokoh masyarakat di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Rabu malam (6/1).

Figur yang dimaksud Fikri adalah Dr. Ir. Suswono, M.Sc, putera asli Slawi, Tegal, yang juga mantan Menteri Pertanian RI.  Suswono dianggap sebagai sosok yang tepat membawa Brebes ke arah perbaikan dan masa depan yang lebih berkeadilan.  “Integritas dan prestasi beliau sudah teruji, baik ketika menjabat sebagai DPR RI maupun Menteri,” lanjutnya.

Fikri menambahkan, figur berpengalaman seperti Pak Suswono diharapkan mampu menjadi solusi untuk perbaikan Brebes.

“Beliau merasa prihatin dengan kondisi Brebes yang selalu juara di Jawa Tengah, tapi dari belakang,” sindirnya. Misalnya saja Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Brebes yang menempati urutan paling buncit dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah (BPS 2014). Sedangkan untuk angka kemiskinan tertinggi, Brebes menempati urutan ke-4 di Jawa Tengah saat ini.

Beberapa ‘prestasi’ yang telah diraih Brebes hingga 4 tahun terakhir menunjukkan adanya krisis kepemimpinan saat ini.  “Brebes punya banyak potensi pendapatan, alamnya kaya dari laut sampai gunung, tinggal bagaimana ngelolanya dengan benar, dan manajemen pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.”

Fikri juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan budaya politik uang. “Karena masyarakat saat ini merasakan dampak dari transaksi politik uang, dengan bersedia dibayar hanya 10-20 ribu dalam 1 hari, tapi merugi selama lima tahun ke depan,” tegasnya.

Karena menurut Fikri, pemimpin yang berinvestasi dengan menyuap pemilihnya tentu harus berpikir untuk kembali modal.  “Dengan gaji bupati yang tak seberapa, darimana lagi ia harus kumpulkan modal yang besar itu, makanya pemimpin seharusnya tidak punya beban pikiran bagaimana kembali modal, biar lebih fokus mengurusi rakyatnya.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.