Digital Media Online

Peringati Hari Nusantara dengan Bersih Pantai

0

IMG_0872

INFOPANTURA.COM-TEGAL – Bersih Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal menjadi kegiatan dalam Peringatan Hari Nusantara Kota Tegal, Jumat (19/12).

Diawali dengan Apel Bersama yang dipimpin oleh Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno, peserta apel yang terdiri dari unsur TNI/POLRI, PNS, Tokoh Masyarakat dan Pelajar bersama-sama membersihkan PAI Kota Tegal. Hadir juga anggota Forkopimda Kota Tegal, Wakil Walikota Tegal, Plt. Anggota DPRD Kota Tegal, Sekda Kota Tegal, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, insan kemaritiman yang ada di Kota Tegal, seperti PP Tegalsari, BPPP Tegal, Adpel Tegal, Pelindo  Tegal, HNSI, BPSDA, PNKT,  ASGAT, Hikmat dan Akademika UPS Tegal, khususnya Fakultas Perikanan dan Kelautan UPS Tegal serta Kwarcab Pramuka dan masyarakat pesisir.

Peserta dengan membawa kantong plastik besar, sampah-sampah di PAI dibersihkan satu persatu sepanjang Pantai yang menjadi ikon wisata Kota Tegal.

Dalam Apel Bersama memperingati Deklarasi Juanda yang biasa dilaksanakan setiap tanggal 13 Desember itu, Walikota membacakan sambutan Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menteri mengatakan dengan adanya Deklarasi Djuanda laut yang menjadi pengikat pulau-pulau di Indonesia menjadi berlipat luasnya. Hamparan perairan laut luas dengan puluhan ribu pulau yang tersebar di dalamnya merupakan satu kesatuan laut Nusantara (mare nostrum) yang bulat dan utuh, dengan wilayah udara di atasnya.

Di dalamnya terkandung sumber daya yang luar biasa. sumber daya alam hayati laut, seperti ikan, terumbu karang, rumput laut, dan lain-lain. Ada pula sumber non hayati termasuk didalamnya mineral dan energi yang terdapat di atas dan di dalam kolom air laut, di atas dan di dalam dasar laut. “Kekayaan alam yang harus dimanfaatkan secara lestari bagi kemakmuran rakyat,” ungkap Menteri yang dibacakan oleh Walikota.

Peringatan Hari Nusantara bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengubah mindset  bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang yang berimbang antara matra darat dan matra laut.

Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo mengenai poros maritim dunia, yang diharapkan akan mewujud dalam bentuk Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu (unity), sejahtera (properity), dan  berwibawa (dignity). Poros maritim  dapat dipahami sebagai sebuah doktrin yang memberikan arahan mengenai tujuan bersama, ini mengandung arti bahwa bangsa indonesia diharapkan dapat melihat dirinya sebagai poros maritim dunia. Kekuatan di antara dua samudera.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan dalam beberapa tahun terakhir dewan kelautan Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah bekerja sama dan bergandengan tangan untuk merubah mindset bangsa. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan kebijakan pengelolaan, menjaga dan merevitalisasi sumber daya di laut.

“Masyarakat pesisir yang sering dikaitkan dengan kelompok marjinal, kesejahteraannya harus di tingkatkan. Kebijakan untuk tidak memungut retribusi dan membebaskan izin untuk seluruh kapal di bawah 10 gross tonnage (GT) dimaksudkan agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk me-nangkap ikan tentunya dengan cara yang lestari,” ungkap Walikota.

Pada kesempatan yang baik tersebut Walikota juga menyampaikan bahwa wilayah Kota Tegal sebagai bagian dari rantai wawasan Nusantara, sebagai Kota Pantai, Kota Tegal tentu tidak ingin menjadi penonton dalam pembangunan poros maritim.

“Kita ingin berbuat dan berkarya yang terbaik di bidang pembangunan kelautan dan perikanan. Cita-cita yang ingin kita bangun adalah Kota Tegal dapat menjadi Kota Bahari yang sesungguhnya. Langkah telah kita ayunkan menuju ke sana melalui kerja dan karya nyata, sehingga membuahkan apresiasi dari pemerintah pusat,” tutur Walikota.

Disebutkan Walikota, Pemerintah Kota Tegal mendapat penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Pemerintah Kota Tegal sebagai Pemerintah Daerah yang mendukung Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan.

Di samping itu, Pemerintah Kota Tegal juga menerima 2 penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pertama Kota Tegal sebagai kota yang peduli HAM dan yang kedua Anubhawa Sasana Kelurahan.

Penghargaan ini memang bukan tujuan akhir dalam membangun Kota Tegal. Namun, adanya prestasi ini semakin melecut kita untuk terus berbuat terbaik untuk Kota Tegal,” kata Walikota. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.