Digital Media Online

Belasan Wanita Terjaring Razia Pekat Satpol PP “Didominasi Pemandu Lagu”

0
Petugas Gabungan mengamankan sejumlah Pemandu Lagu (PL) di Penginapan dan Karaoke Srigintung, Bojong..
Petugas Gabungan mengamankan sejumlah Pemandu Lagu (PL) di Penginapan dan Karaoke Srigintung, Bojong..

INFOPANTURA.COM-SLAWI – Belasan Wanita terjaring razia Gabungan Satpol PP dan Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Jum’at –Sabtu, (11-12/112 dini hari. Mereka rata – rata berprofesi sebagai Pemandu Lagu (PL) dan diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

 

Operasi yang melibatkan Polres Tegal, Brigif 4/DR dan Kodim 0712/Tegal digelar mulai pukul 21.00 WIB dengan menyasar sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat mangkal para wanita malam. Di antaranya Penginapan dan Karaoke Srigintung di jalan menuju OW Guci menjadi sasaran pertama petugas. Dilokasi petugas Satpol PP berhasil mengamankan 5 wanita Pemandu Lagu (PL), meski awalnya sempat bersitegang dengan petugas keamanan penginapan.

 

Dari Srigintung, petugas melanjutkan operasi dengan menyasar Hotel Guci Kencana dan berhasil mendapati 6 wanita pemandu lagu (PL) dengan pakaian seronok. Tanpa perlawanan, petugas gabungan langsung membawa mereka ke kantor Dinsosnakertrans.

 

Razia tidak berhenti sampai disitu, dari kawasan OW Guci, petugas gabungan melanjutkan razia ke sejumlah warung lesehan dan kedai kopi di wilayah slawi dan Adiwerna. Alhasil, petugas berhasil mengamankan masing-masing 3 wanita di kedai kopi depan SMIK Adiwerna dan 4 wanita di warung lesehan.

 

Kepala Seksi Tramtib, Abadi Amanto, S.IP SH mengatakan, operasi penyakit masyarakat (Pekat) mengacu Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (tibum), khususnya tentang tertib sosial / asusila.

 

“Razia merupakan salah satu upaya untuk mengurangi penyakit masyarakat (pekat) dan menciptakan ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Tegal,” kata Abadi.

 

Dia mengemukakan, razia serupa digelar secara berkala setiap pekan oleh Satpol PP dengan sasaran sejumlah lesehan, warung remang-remang dan hotel. Adapun dari 18 Wanita yang terjaring, selanjutnya dibawa ke kantor Dinsosnakertrans.

 

Di sana, mereka didata oleh petugas dan diberikan pembinaan oleh pihak satpol PP, Dinsosnakertrans dan perwakilan Kodim 0712/Tegal. “Untuk kali ini, mereka hanya kita beri pembinaan, karena hasil identifikasi Dinsos baru kali pertama terjaring. Jika suatu saat terjaring lagi, tidak menutup kemungkinan mereka langsung kita kirim ke Panti Resos di Solo,” pungkasnya. (s@n)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.