Digital Media Online

Agung-Afif Nyatakan Keberatan Terhadap Proses Pilkada di Pemalang

0
 Pasangan Cabup dan Cawabup nomer urut 3 Mukti Agung Wibowo, S.T, M.Si dan Afifudin, SE. didampingi tim pemenangan, partai pengusung dan pendukung dari PKS, PAN dan Hanura, tim 9 dan relawan dari korkab, korcam, serta kordes dalam press confrence di Posko Kemenangan Agung-Afif.
Pasangan Cabup dan Cawabup nomer urut 3 Mukti Agung Wibowo, S.T, M.Si dan Afifudin, SE. didampingi tim pemenangan, partai pengusung dan pendukung dari PKS, PAN dan Hanura, tim 9 dan relawan dari korkab, korcam, serta kordes dalam press confrence di Posko Kemenangan Agung-Afif.

INFOPANTURA.COM – Pemalang – Pasangan Cabup dan Cawabup Pemalang nomer urut 3, Mukti Agung Wibowo, S.T, M.Si dan Afifudin, SE. menyatakan keberatan terhadap proses pelaksanaan Pemilukada kabupaten Pemalang periode 2016-2021 yang usai digelar pada 9 Desember 2015 kemarin.

Hal itu disampaikan oleh Mukti Agung Wibowo, S.T, M.Si dan Afifudin, SE. bersama tim pemenangan, partai pengusung dan pendukung dari PKS, PAN dan Hanura, tim 9 dan relawan mulai dari kordinator kabupaten, kordinator kecamatan serta kordinator desa dalam jumpa pers (press confrence) di Posko Kemenangan Agung-Afif, jalan Jendral Sudirman Pemalang, Jum’at (11/12/2015).

Dalam pernyataanya, Cabup Mukti Agung Wibowo, S.T, M.Si menegaskan bahwa berkaitan dengan hasil Pemilukada Pemalang yang usai digelar pada 9 Desember 2015 kemarin, pihaknya menyatakan menunggu hasil rekapitulasi yang sah dan ditetapkan oleh KPUD Pemalang.

“Terhadap hasil hitung cepat (quick count) atau hasil penghitungan lain yang tidak dikeluarkan oleh KPUD Pemalang, kami belum bisa menerima. Kita semua masih menunggu hasil rekapitulasi yang sah yang ditetapkan oleh KPUD Pemalang. Dan kepada semua massa pendukung agar bersabar,” tegas Agung.

Senada dengan ungkapan Agung, Cawabup Afifudin, SE menyampaikan bahwa kondisi pelaksanaan Pemilukada di kabupaten Pemalang cukup membuat miris karena banyaknya indikasi pengkordinasian dan mengorganisir aparatur sipil negara sebagai tim pemenangan paslon tertentu.

“Apa yang kami sampaikan berdasarkan laporan dan aduan yang kami terima dari masyarakat dan tim. Bahkan ada juga aduan dari masyarakat yang merasa dipersulit saat mengurus administrasi ditingkat desa karena mereka dianggap tidak mendukung paslon tertentu,” ungkap Afif.

Afif menganggap bahwa kondisi Pemilukada yang seharusnya dilakukan dengan jujur dan adil tetapi dicederai oleh banyak hal seperti itu sangat merugikan. Bahkan berdasar kesaksian dan informasi lainya, ada sebagian undangan pencoblosan yang tidak terdistribusi dikantong kemenangan Agung-Afif.

“Langkah awal, kami akan inventarisir hingga tingkat desa bahkan tingkat RT. Kami juga akan melakukan upaya hukum meskipun dalam aturan MK, gugatan yang mungkin bisa diterima adalah jika selisih kekalahan tidak lebih dari 2%,” imbuh Afif.

Lebih lanjut Afif menegaskan, pernyataan ini bukan berdasar isu semata tapi berdasar data valid, kesaksian, fakta dan informasi lainya.

“Apapun bentuknya, kebenaran dan kebatilan harus kami ungkap sehingga kita bersama tau mana yang benar dan mana yang batil. Sekaligus sebagai pembelajaran bagi kita bersama bahwa kedepan, pelaksanaan demokrasi yang demikian tidak boleh terulang. Kami tidak mau masyarakat terintimidasi terus menerus,” tegas Afif. (benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.