Digital Media Online

Wayang Panji Asal Kota Tegal Cikal Bakal Kesenian Wayang Golek

0

IMG-20150804-01159

INFOPANTURA.COM-TEGAL-Publik mengenal kesenian wayang golek merupakan tradisi yang berasal dari tanah pasundan Jawa Barat. Namun sesungguhnya, kesenian tersebut ternyata juga dimiliki daerah-daerah lain seperti di wilayah Jawa Tengah khususnya di Kota Tegal. Di kota bahari ini ternyata kesenian wayang golek juga telah berkembang sejak lama.

Sedikit berbeda dengan Jawa Barat, wayang golek khas kota Tegal dikenal dengan wayang golek cepak. Disebut cepak berasal dari kata cepak yang artinya menyerupai, sehingga karakter wajah yang ada pada golek tersebut hanya mirip dengan wajah manusia, padahal sesungguhnya bukan. “ Memang sepintas mirip, namun jika dicermati banyak perbedaannya. Seperti contoh kalau wajah manusia itu antara dahi dan hidung itu hampir sejajar. Namun, pada golek panjang hidung pasti melebihi dahi. Kemudian, pada wajah manusia itu tidak terdapat sudut sementara pada golek hampir setiap lekukan pasti ada,” tutur Wahyo salah seorang pengrajin wayang golek cepak saat ditemui dikediamannya di RT03 RW I Kelurahan Sumurpanggang Kecamatan Margadana.

Saat diminta menceritakan awal mula dirinya menjalani profesinya tersebut, Wahyo kemudian mulai mengungkapkan perjalanan hidupnya. Menurutnya, bakat membuat wayang ia peroleh dari ayahnya Ki Bogem yang juga merupakan seniman wayang golek pada masanya. Sejak kecil ia mulai mempelajari bagaimana sang ayah membuat wayang-wayang tersebut. Hingga ketika ia memasuki usia remaja sekitar tahun 1996 saat ia duduk dikelas 2 SMA ia mengikuti kejuaraan pameran wayang golek yang diselenggarakan pemerintah setempat.

“ Sejak saat itu karya saya mulai dikenal sejumlah seniman ternama seperti Ki Enthus Susmono. Sejak itu pula, pesanan mulai membanjiri kami sekeluarga hingga kini,” paparnya.

Untuk membuat wayang golek cepak, kata Wahyo, bukanlah pekerjaan mudah. Pasalnya, selain jumlah karakternya yang cukup banyak, juga proses pengerjaannya yang lumayan cukup lama. Guna membuat 1 set wayang Panji, dibutuhkan kayu jaran dengan panjang 80 cm dan diameter 20 cm. Menurutnya, untuk menyelesaikannya paling tidak membutuhkan waktu sekitar setahun lamanya. Karena karakter yang ada dalam kisah Panji tersebut berjumlah 70-80 karakter.

Saat ditanya kenapa tidak membuat wayang dengan karakter tokoh-tokoh modern, Wahyo menegaskan dirinya hanya ingin mempertahankan keaslian budaya yang telah diwariskan para leluhur. Jadi meskipun membuat karakter modern terbilang cepat dan menjanjikan banyak keuntungan, ia tidak melakukannya. “ Sebab, kalau bukan kita yang melestarikan budaya tersebut, maka siapa lagi. Kalau tidak dijaga, pastinya nanti akan hilang ditelan kemajuan zaman,” tandasnya.

Menurut Pria yang senantiasa ramah ini berkat kerja kerasnya serta bantuan dari sejumlah pihak dengan memanfaatkan tekhnologi layanan internet seperti saat ini, kini ia tidak hanya melayani pesanan dari dalam kota saja. Ia bahkan sempat kewalahan melayani pesanan yang datang dari luar pulau seperti Kalimantan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.