Digital Media Online

Ujianto: Bicara Fakta, Banyak Prestasi Junaedi Tidak Terekspos ke Publik

0

IMG_20151128_130018
INFOPANTURA.COM – Pemalang – Mendekati hari-H, pembicaraan mengenai masing-masing kandidat khususnya didunia maya (medsos) makin menarik. Tidak sedikit pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh para pengguna medsos dengan nada memojokkan, menyerang bahkan saling menjatuhkan (black campaigne).

Berbicara tentang fenomena Pilkada Pemalang khususnya di medsos, Ujianto MR, anggota dewan dari fraksi partai Golkar sebagai salah satu pendukung paslon Junaedi-Martono berpendapat bahwa tingkat pembicaraan yang ditunjukan merupakan representasi langsung ketertarikan masyarakat kepada masing-masing calon, walaupun secara real bukanlah ukuran pasti pemilih di TPS.

“Sebuah fenomena yang mestinya kita kritisi secara bersama. Pertanyaanya, mengapa mereka tidak fokus pada capaian prestasi tapi justru lebih sibuk saling mengumbar kekurangan-kekurangan rival?,” ujar Ujianto, Jum’at (27/11/2015).

Menurutnya, selama lima tahun kebelakang, banyak dari prestasi cabup incumbant (Bupati Pemalang Junaedi) baik secara fisik maupun non fisik yang tidak terekspos. Dan hasilnya pun sudah dapat dirasakan masyarakat.

“Memang terkadang tak jelas ujung pangkal yang dikritisi, karena lebih banyak opininya dari pada fakta. Bahkan perdebatan sengit antara pendukung tak terelakkan. Banyak komentar yang terungkap tidak lagi sehat dan cenderung lepas kontrol,” katanya.

Memang, lanjut Uut, semua pasti punya kekurangan. Tapi jangan yang di blow up hanya kejelekannya saja, prestasi yang telah dicapai juga harus diperhatikan.

“Banyak deretan prestasi beliau (Junaedi) yang berhasil dicapai. Penghargaan tingkat Nasional maupun Provinsi di bidang generasi muda, bidang keuangan, pendidikan dan ekonomi, bidang pertanian, dan bidang keluarga berencana berhasil beliau raih. Bahkan layanan terbaik PDAM dan masih ada 28 prestasi lainya telah berhasil dicapai,” ucap Uut.

Masalah Pemalang, lanjut Uut, tidak bisa dipegang atau dijalankan oleh seorang (Bupati) saja, tetapi pejabat seperti SKPD sebagai sekunder juga harus turut aktif dalam mengelola manajemen pemerintahan.

“Menurut saya, selama ini mereka (pejabat) tidak membantu pak bupati membangun Pemalang. Kebanyakan dari mereka (pejabat) di Pemalang itu eman-eman (sayang:red) tapi dalam hal tertentu selalu berusaha mencari muka,” tukas Uut.

Terkait bahasan medsos, Uut meyakini bahwa ada sesuatu dibalik semua cercaan maupun hujatan yang ada.

“Saya tidak bicara premodial, tapi saya masih punya putra daerah. Mana sih, selama ini orang yang punya komitmen membangun Pemalang?,” gerutu Uut.

Untuk masyarakat, tandas Uut, janganlah berpikir bisa dibeli hanya dengan 10 atau 20 ribu rupiah saja, tapi berpikirlah untuk sama-sama melanjutkan membangun Pemalang. (benx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.