Digital Media Online

Setelah 23 Tahun Pasar Pagi Kembali ke Pemkot

0

Pasar pagiINFOPANTURA.COM – TEGAL – Setelah melalui waktu yang panjang, sekitar 23 tahun, akhirnya sengketa Pasar Pagi  terselesaikan. Pihak yang bersengketa yakni Pemerintah Kota Tegal sebagai pihak prtama dan PT. Sinar Permata sebagai pihak kedua, menandatangani dua dua perjanjian.

Pertama perjanjian perdamaian nomor 181/001 tentang pembayaran ganti rugi Pasar Pagi Kota Tegal dan perjanjian Pembayaran Ganti Rugi No. 181/002 tentang Pembayaran Ganti Rugi Pasar Pagi Kota Tegal, di Pengadilan Negeri Kota Tegal, Rabu (07/10), yang difasilitasi oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Tegal Desbenneri Sinaga, SH, MH.

Walikota Tegal atas nama Pemerintah Kota Tegal dan Direktur PT. Sinar Permai Direktur Aang Gunawan menandatangani kedua perjanjian tersebut. “”Ini adalah sejarah besar setelah 23 tahun persoalan pasar pagi dapat diselesaikan hari ini,” ungkap walikota usai penandatanganan perjanjian.

Hadir Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno, SH, MH dan Wakil Ketua DPRD Wasmad Edi Susilo, SH, Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, SH, Plt. Asisten I Setda Kota Tegal Ir. Nur Efendi, Plt. Kepala DPPKAD Kota Tegal Drs. R. Supriyanta, Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda Kota Tegal I. Sutjipto, SH, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Tegal Ir. Nunik Pratiwi, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal Dra. Hendiati Bintang Takarini, MM.

Bertindak sebagai saksi Komisaris Utama PT Sinar Permai/istri Lona Mariana Gunawan, Komisaris PT  Sinar Permai/anak Linda Sri Rejeki Gunawan dan Wakil Direktur PT Sinar Permai/anak David Gunawan. Sementara dari Pemkot Tegal Plt. Sekda Kota Tegal, Plt. Kepala DPPKAD Kota Tegal dan Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda Kota Tegal.

Dengan perjanjian ini Pemkot melaksanakan eksekusi Pengadilan Negeri Tegal untuk membayar ganti rugi Pasar Pagi sesuai keputusan peninjauan kembali Makamah Agung Republik Indonesia No. 413 PK/Pdt/2008 tanggal 13 Januari 2009 terhadap Putusan Makaham Agung Republik Indonesia No. 1273 K/Pdt/2004 tanggal 19 Juli 2005 dalam perkara Peninjauan kembali perdata antara PT. Sinar Permai melawai Pemkot Tegal. Kemudian sesuai dengan Berita Acara Eksekusi Pembayaran Ganti Rugi Pasar Pagi No. 02/Pdt.Eks/2009/PN.Tgl.Jo. Nomor : 02/Pdt.Eks./2014/PN.Tgl (06/Pdt.G/2003/PN.Tgl.Jo. No : 414/Pdt/2003/PT.Smg.Jo.No. : 1273 K/Pdt/2004 Jo. No. 413 PK/Pdt/2008) tanggal 03 November 2014.

Sesuai Pasal 2 ayat 2 para pihak sepakat untuk mengadakan perdamaian tentang Pembayaran Ganti Rugi Pasar Pagi Kota Tegal terdiri atas ganti pokok sebesar Rp. 5.526.049.519, dan Rp. 111.090.000, sehingga jumlah keseluruhan ganti rugi pokok sebesar Rp. 5.637.139.519 dan bunga 6 persen pertahun dihitung sejak bulan Desember 1993 sampai dengan bulan Agustus 2014 sebesar Rp 7.018.238.701. Sehingga jumlah keseluruhan ganti rugi Pasar Pagi Kota Tegal sebesar Rp. 12.655.378.220.

Pemkot Tegal akan membayar ganti rugi Pasar Pagi Kota Tegal dilakukan dengan tiga cara. Sesuai dengan pasal 3, point a ganti rugi pokok sebesar Rp. 5.637.139.519 dibayarkan melalui APBD Kota Tegal Tahun 2015. Point b bunga ganti rugi sebesar Rp. 3.509.119.350 dibayarkan melalui APBD Kota Tegal Tahun 2016 dan bunga ganti rugi sebesar Rp. 3.509.119.350 dibayarkan melalui APBD Kota Tegal tahun 2017.

Kemudian pihak investor sebagai pihak kedua telah menyelesaikan pengurusan sertifikat yang sebelumnya belum atas nama Pemkot Tegal, sekarang sudah atas nama Pemkot Tegal. Usai pendandatanganan perjanjian, Nunik Pratiwi menyebut diserahkan empat sertfikat HPL No. 1, HPL No. 2, HPL No. 12 dan HPL No. 39 dari Aang Gunawan kepada Pemkot Tegal yang diterima langsung oleh Walikota Tegal. “Sehingga aset pasar Pagi Kota telah kembali ke Pemkot,” ungkap Nunik.

Usai penandatanganan perjanjian, Walikota, Ketua DPRD Kota Tegal dan Aang yang dimoderatori oleh Plt. Sekda mengadakan jumpa pers. Dalam kesempatan itu, Aang menyebut dengan dilaksanakan penandatangan kedua perjanjian tersebut, merupakan sejarah yang luar biasa setelah menunggu lama. “Terima kasih Ibu Walikota dan Ketua dewan, ini sejarah luar biasa setelah lama menunggu,” ungkap Aang. Dengan perjanjian tersebut, jika ada pihak-pihak yang akan mengungkit-ungkit kembali Pasar Pagi, Aang berjanji akan mempertahankan. Bahkan jika dipaksa akan ditempuh jalur hukum.

Walikota mengatakan hari ini (Rabu (7/10), red) merupakan peristiwa bersejarah karena setelah 23 tahun lamanya permasalahan Pasar Pagi bisa diselesaikan. “Manusia yang paling bahagia hari ini adalah Pak Aang. Ini adalah hasil buah kesabaran, karena orang sabar di sayang Tuhan,” ungkap Walikota.

Sementara Ketua DPRD Kota Tegal mengatakan mudah-mudahan tidak ada lagi wan prestasi, karena masih ada pelaksanaan pelunasan yang harus dilakukan. “Mudah-mudahan bisa dilaksanakan sesuai dengan perjanjian sehingga tidak memperburuk keadaan. Saya sampaikan selamat kepada Pemkot, terima kasih kepada Ketua Pengadilan dan Pak Aang yang telah bersabar, dengan kesabaran revolusioner,” ungkap Edy Suripno.

Mengenai adanya anggapan korupsi jika melaksanakan pembayaran pasar pagi, Plt. Sekda Kota Tegal menegaskan bahwa tidak korupsi jika Pemkot Tegal melaksanakan keputusan yang telah kekuatan hukum tetap. “Dihitung dari mana jika dianggap korupsi. Karena kita melaksanakan keputusan yang telah berkekuatan hukum tetap,” ungkap Dyah Kemala Sintha.

Sedangkan pembayaran untuk tahun ini akan menggunakan dana Pemkot Tegal yang telah dianggarkan melalui APBD Kota Tegal 2015 sesuai dengan peraturan daerah yang telah ditetapkan. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.