Digital Media Online

Kisah Lansia Produktif Pembuat Kukusan

0

IMG-20150929-WA0007

INFOPANTURA.COM-Tegal-Usia lanjut tak lantas menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan. Seperti halnya yang dilakukan sejumlah wanita Lanjut Usia (Lansia) dari Kelurahan Margadana Kota Tegal Jawa Tengah.

 

Setiap hari mereka berkumpul dirumah salah satu dari mereka untuk kemudian bersama-sama membuat sebuah kerajinan yang memiliki nilai jual. Kerajinan yang mereka buat yakni kukusan, atau alat untuk menanak nasi yang dibuat dari anyaman bambu.

 

Waitah (60), salah satu pembuat kerajinan kukusan mengatakan dirinya sudah lama membuat kerajinan tersebut. Bahkan mungkin sedari kecial ia diajari oleh orang tuanya. “Jadi sudah puluhan tahun saya membuat kukusan. Usaha ini juga merupakan warisan keluarga yang perlu dilestarikan,” ungkapnya.

 

Tak hanya sebagai pelipur dikala sepi, karya-karya Waitah dan rekan-rekannya ini ternyata mampu menunjang perekonomian keluarga. Hasil buatan anyaman tersebut dijual ke dalam dan luar kota terutama mereka yang memiliki usaha warteg.  sudah bisa sejak dari kecil belajar dr orang tua.

 

Waitah menyebutkan, untuk membuat kukusan diperlukan sebatang bambu dengan panjang sekitar 4 meter yang dibelinya seharga Rp 15.000. Bambu tersebut kemudian dipotong, dan dibelah tipis sehingga mudah untuk dibuat anyaman. ” Untuk sebatang bambu dapat dibuat 15-20 kukusan. Sementara harga jualnya per buah mencapai Rp 5.000,” tandasnya.

 

Wasilah (50) salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan awal mulanya dilingkungan tersebut banyak lansia yang menganggur dan tadak ada kegiatan. Sementara untuk profesi pembuat kukusan sebenarnya sudah dijalani secara turun temurun. Sehingga pihaknya mencoba menghidupkan lagi. ” Sehingga disamping memberikan kesibukan kepada lansia, juga menjadikan mereka produktif,” paparnya.

 

Wasilah berharap dengan adanya pemberdayaan lansia, maka akan ada perhatian lebih, untuk kesejahteraan lansia. Meski dalam waktu dekat bakal ada bantuan dari Dinkes.

 

” Memasak dengan kukusan akan lebih enak. Memang diakui atau tidak, kerajinan tradisional sudah dikalahkan dengan teknologi yang modern. Tapi yang tradisional tentunya tidak akan ada efek buruk khususnya untuk kesehatan. Oleh karenanya kami berharap adanya perhatian yang lebih dari Pemerintah,” pungkasnya. (Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.