Digital Media Online

Pemkot dan UPS Sepakat Kembalikan Marwah

0

kerjasama upsINFOPANTURA.COM – KOTA TEGAL – Pemerintah Kota Tegal dan Universitas Pancasakti sepakat mengembalikan marwah untuk mengeratkan komunikasi diantara keduanya.

“Kami ingin mewujudkan dan mengembalikan marwah UPS Tegal dengan Pemkot Tegal. Bukan masalah apa-apa, karena selama ini barangkali kurang komunikasi saja antara UPS dengan Ibu Walikota Tegal sehingga ada semacam jarak antara unsur Pemkot Tegal dengan UPS Tegal. Dengan pertemuan ini insyaallah kedepan kita jalin kerja sama yang lebih baik lagi,” ungkap Ketua Yayasan UPS Tegal H. Imawan Sugiharto, SH. MH usai beraudiensi dengan Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno di Ruang Audiensi Kantor Walikota Tegal, Rabu (29/7).

Imawan datang bersama civita akademika UPS antara lain Rektor UPS Prof. Dr. Wahyono, SH, MS, Wakil Rektor I Dr. Burhan Eko Purwanto, M.Pd, Wakil Rektor II Dra. Sri Murdiati, M.Si, Wakil Rektor III Fajar Ari Sadewo, SH, MH, pengurus Yayasan UPS dan para dekan di masing-masing fakultas di UPS. Sementara Walikota Tegal didampingi Kepala Kantor Kesbanglinmas Kota Tegal Drs. Soeripto.

Kerjasama yang dimaksud Imawan berkaitan dengan dunia pendidikan dan alih teknologi. “Selama ini yang sudah dijalin misalnya alih teknlogi dan kerjasama Pemkot Tegal dengan rektorat,” tutur Imawan.

Sementara itu Rektor UPS Prof. Dr. Wahyono, SH, MS, menyebut UPS memiliki banyak penemuan dan inovasi yang jika dikembangkan bersama pemerintah daerah dapat dijadikan potensi yang berharga. Namun disayangkan Wahyono, penemuan-penemuan dan inovasi UPS belum ditindaklanjuti oleh Pemkot Tegal. Sehingga kemudian UPS beralih bekerja sama dengan daerah lain untuk mengembangkan inovasi tersebut.

Disebutkan Wahyono, beberapa inovasi UPS yang kini telah dikembangkan daerah lain seperti teknologi pembuatan tahu sehat bebas formalin, penyulingan air, becak berbahan bakar gas dari tanaman jarak dan mobil berbahan bakar air.

“Tahu sehat itu membuat tahu tanpa menimbulkan limbah dan baik untuk kesehatan. Semua hasil olahannya dimanfaatkan. Di kabupaten bekerja sama dengan pabrik teh. Sayang sekali Kota Tegal belum bekerja sama,” ungkap Wahyono.

Sementara teknologi penyulingan air sudah ada di UPS dan becak berbahan bakar gas, tetapi bukan gas LPG yang  biasa untuk memasak yang digunakan, tetapi gas berasal dari tanaman jarak.

Mobil berbahan bakar air juga telah diujicobakan. Sehingga dengan adanya dukungan terhadap inovasu tersebut dapat dikembangkan. “Saat ini IT dikembangkan di Batang dan di Bogor,” ungkapnya.

Untuk itu, Wahyono meminta Pemkot Tegal untuk mensupport dan menjembatani semua pengembangan yang dilakukan UPS yang kini memiliki sekitar 7.000 mahasiswa dan menghidupi 300 karyawan serta keluarga karyawan.

Heri Budiman, salah seorang alumni UPS menyebut bahwa sesuai sejarahnya, ibu kandung UPS Tegal adalah Pemkot Tegal. Sebab, Pemkot Tegal mempunyai kontribusi besar terhadap berdirinya UPS Tegal waktu lalu. Selama 35 tahun  UPS Tegal telah menempa kedewasaannya dengan berbagai perkembangan yang terjadi. Untuk itu, Heri mendorong UPS Tegal kembali kepada ibu kandungnya yakni Pemkot Tegal. “Tidak ada pemerintah yang tidak ingin punya universitas maju,” ungkap Heri.

Walikota Tegal mengatakan akan mendukung dan mendorong perkembangan UPS Tegal. Langkah untuk mengembalikan warwah antara UPS dan Pemkot pun apresiasi Walikota. Dikatakan Walikota mungkin selama ini hubungan antara UPS dan Pemkot ada komunikasi yang tersumbat. “Insyaallah sudah ada kanalisasi komunikasi, dimana selama ini komunikasinya tersumbat, Saya sebagai pribadi, walikota dan kepala daerah sangat mendorong dan menggenjot dunia pendidikan. Harapannya kita sama-sama dan bekerja sama memajukan dunia pendidikan di Kota Tegal,” harap Walikota. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.