Digital Media Online

Anggota IPPK Gurunya Walikota

0

raih ketakwaanINFOPANTURA.COM – KOTA TEGAL – Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno menyebut seluruh anggota Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kota Tegal adalah gurunya.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para anggota IPPK yang dalam masa pengabdiannya telah memajukan pendidikan Kota Tegal. Semuanya adalah guru saya,” ungkap Walikota saat akan menyanyikan lagu Terima Kasih Guruku di Acara Halal Bi Halal IPPK Kota Tegal di Sanggar Pramuka Kota Tegal Jalan Hang Tuah Tegalsari Kota Tegal, Rabu (29/7).

Walikota yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Herlien Tedjo Oetami, SH mengajak anggota IPPK yang memiliki banyak pengalaman untuk dibagikan sehingga berguna untuk membangun Kota Tegal. “Mohon pengalamannya dibagikan kepada kami untuk membangun Kota Tegal sehingga menjadi amal jariyah bagi bapak ibu sekalian,” ajak Walikota.

Halal Bi Halal IPPK juga bertepatan dengan ulang tahun IPPK ke 24 yang jatuh pada tanggal 29 Juli. Untuk itu, Walikota memotong tumpeng nasi kuning untuk memperingati hari ulang tahun IPPK dan menyerahkan kepada Ketua Pengurus Cabang IPPK Kota Tegal H. Suranto, SPd. Kemudian Suranto menyerahkan kepada anggota IPPK Kota Tegal tertua, Hj. Siti Utari yang berusia genap 87 tahun pada bulan Oktober nanti.

Disebutkan Suranto, halal bi halal yang dilaksanakan bertujuan untuk mengumpulkan anggota IPPK Kota Tegal. “Tujuannya untuk mengumpulkan balung pisah,” ungkap Suranto.

Anggota IPPK disebutkan Suranto, dulunya merupakan penjaga sekolah, guru SMA / SMK dan pejabat yang saat ini bersilaturahi secara murni. Karena sekarang semuanya pensiunan sehingga tidak ada rasa ewuh pakewuh dengan yang lain karena telah menjadi teman sejawat yakni pensiun. Berbeda kala masih memiliki jabatan waktu dulu.

Menyinggung mengenai halal bi halal, Suranto mengajak semua anggota IPPK untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan meskipun diluar bulan Ramadhan. Dengan sholat lima waktu dan mengerjakan sholat sunah, membaca dan mempelajari Al Quran serta mengikuti majelis taklim. “Sehingga ilmunya bertambah dan kualitas ibadahnya meningkat,” ujar Suranto.

Mengenai IPPK selama ini memiliki banyak kegiatan. Dengan anggota sekitar 400 orang, IPPK memiliki iuran anggota yang digunakan untuk dana bantuan sosial ketika ada yang sakit maupun meninggal dunia. Bahkan ada dansos kematian dari Kanwil dengan hanya iuran Rp. 20 ribu setiap bulan dana sosial kematian yang diberikan nantinya sebesar Rp. 17,5 juta. Selain itu ada usaha simpan pinjam di masing-masing ranting yang berjumlah empat ranting untuk membantu anggota yang sedang membutuhkan. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.