Digital Media Online

174 Warga Binaan Lapas Khatam Dua Kali

0

walkot di lapasINFOPANTURA.COM – KOTA TEGAL – Di Bulan Suci Ramadhan, 174 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Tegal melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya kegiatan tadarus Al Quran dengan target khatam Al Quran sebanyak dua kali di bulan Ramadhan.

“Selama ramadhan kami melakukan kegiatan tarawaeh dilanjutkan tadarus sampai pukul 10.00 malam kemudian paginya dari jam 10.00 hingga sholat duhur dilanjutkan tadarus. Malam tadi (Selasa malam, red) sudah sampai Surat yang ke 69 Surat Al Haqah, mudah-mudahan Ramadhan tahun ini bisa dua kali khatam Quran,” tutur Kepala Lapas Kelas II B Kota Tegal Subintoro saat Buka Puasa Bersama antara Pemerintah Kota Tegal dengan warga binaan di Lapas Kelas II B Kota Tegal, Rabu (01/7) petang.

Hadir Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno, Wakil Walikota Drs. HM. Nursholeh, M.MPd, anggota Forkopinda, Kepala SKDP di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal dan perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Tegal serta pembawa tausiah KH. Saifuddin Zuhri Madrais, SAg.

Lebih lanjut Subintoro mengungkapkan warga binaan Lapas Kelas II B Kota Tegal merupakan santriwan dan santriwati Ponpes Nurul Hidayah Lapas Kelas II B Kota Tegal. Jumlahnya warga bianaan sebanyak 174 orang terdiri dari 13 orang wanita dan 161 pria.

Subintoro mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tegal, khususnya kunjungan Walikota dalam kegiatan buka bersama dengan warga binaan. “Terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Tegal khususnya Ibu Walikota mudah-mudahan kunjungan ini bisa berlanjut dan bantuan dari Pemkot kami sangat harapkan. Semoga apa yang kami usahakan selama ini dalam rangka pembinaan terhadap warga binaan dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun demikian saya tidak bisa memastikan semua akan baik tanpa ada dukungan dri pihak-pihak yang lain instansi terkait maupun unsur masyarakat,” kata Subintoro yang menyebut buka puasa bersama Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno merupakan kunjungan yang kedua kali setelah ramadhan tahun lalu..

Subintoro juga menyampaikan bahwa kondisi Lapas sedang sedikit berantakan karena ada pemeliharaan rutin. “Karena 2014 kemarin belum dapat anggaran tetapi 2015 baru dapat, diharapkan dengan pemeliharaan LAPAS Kota Tegal semakin indah lebih asri dan lebih semarak,” ungkapnya.

Walikota Tegal dalam sambutannya menyampaikan kehadirannya dan jajaran yang utama senantiasa menyambung tali silaturahmi. Apalagi silaturahmi tersebut lebih indah dan lebih baik karena ini diadakan di bulan penuh kemuliaan, bulan suci ramadhan, dimana senantiasa tercurah rahmat Allah SWT yang tiada henti.

Disebutkan Walikota, warga binaan adalah warga elemen masyarkaat kota Tegal yang harus mendapatkan perhatian, khususnya adalah pembinaan ahlak yang  harus lebih baik. “Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Hendaknya dengan bulan yang penuh ampunan dan maghfiroh ini dijadikan momentum untuk megevaluasi diri mengintropeksi diri menatap masa depan yang lebih baik. Sehingga apabila sudah selesai masa penggemblengan, masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan ini saudara bisa kembali lagi mengabdikan diri sebagai elemen masyarakat yang bermanfaat khususnya bagi kota Tegal,” Walikota berpesan.

Walikota pun meminta warga binaan untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan  yang diberikan Allah SWT dalam kehidupan. “Isilah kehidupan ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Kita dituntun untuk memahami nasib kita tidak akan berubah kalau kita sendiri tidak mau berusaha merubahnya, sebagai warga binaan saudara saudari harus dapat memetik hikmah selama berada di sini sebagai pengalaman berharga sehingga tidak akan terulang kembali. Jadikanlah lembaga pemasyarakatan ini sebagai pesantren kehidupan bagi saudara saudari untuk menjadi manusia yang berguna bagi keluarga khususnya bagi masyarakat dan bagi bangsa negara ini,” pinta Walikota.

Dikatakan Walikota, manusia tak luput dari kesalahan, sebagai hamba Allah sebagai manusia biasa selalu dosa dan kesalahan selalu melekat, tetapi Allah menyediakan momentum untuk melepaskan dosa-dosa ini. “Ini adalah momentum yang paling baik pada bulan Suci Ramadhan untuk memohon ampun pada Allah SWT. Dosa yang menempel di hati juga dapat digugurkan dibulan Sa’ban dengan melakukan silaturahmi dan di bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmah untuk membersihkan diri kita dari dosa-dosa yang melekat pada diri kita,” kata Walikota.

“Saya yakin suadara saudari telah siap apabila meninggalkan lembaga pemasyarakan telah siap kembali lagi menjadi anggota masyarakat khususnya di Kota Tegal, yang bermanfaat dan ilmu yang didapatkan selama dibina di Lapas hendaknya digunakan sebaik-baiknya. Dan sebaik-baiknya manfaat ini adalah bagi kemaslahatan umat,” kata Walikota meyakinkan.

Walikota juga berkeyakinan bahwa dalam bulan suci ramadhan semua mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT dan ibadah puasa yang dijalankan betul-betul mendapat hikmat paling hakiki yaitu hikmah ampunan yang terlahir kembali sebagai manusia yang suci.

“Perlu saya sampaikan hendaknya ini semua menjadi pegangan kita dalam menjalankan kehidupan sehari-sehari sehingga tidak disia-siakan waktu dan menjadi orang yang merugi. Silaturahmi terjalin dengan baik, suatu saat bisa berjumpa  kembali di alam bebas bergabung kembali bersama keluarga dan masyarakat hendaknya ibu-bapak bisa menjadi tokoh yang membanggakan khususnya bagi Kota Tegal,” pesan Walikota. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.