Digital Media Online

Walikota Resmikan MDTA dan Launching Tiga Tipe Kelas

0

peringantan isroj mirofINFOPANTURA.COM – KOTA TEGAL – Menyikapi tuntutan kemajuan zaman di era globalisasi dan tetap teguh memegang tiang agama, SD Ihsaniyah Jalan Gajahmada Kota Tegal berinovasi dalam mendidik para siswanya. Inovasi yang diterapkan yakni membuka Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk siswa kelas 3 sampai 6 dan  tiga tipe kelas yakni English Class, Mathematic and Science Class dan kelas Tahfidzul Qur’an.

Peresmian MDTA dan Launching tiga tipe kelas dilakukan oleh Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno, bersamaan dengan Acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Selasa (26/5) di Halaman SD Ihsaniyah Kota Tegal.

“Dibukanya MDTA diharapkan agar anak menjadi lebih sholeh, lulus nanti mendapatkan ijazah MDTA dan ijazah dari Dinas Pendidikan,” ungkap Kepala Sekolah SD Ihsaniyah, Andri Apriudin, S.Kom. Sementara dengan dibukanya tiga tipe kelas, Andri mengharapkan ketika lulus, siswa sudah menguasai Bahasa Inggris, Matematika sehingga punya analisis kejadian alam arena banyak praktek IPA dan mampu menghafal minimal tiga juz Al Quran yakni juz 30, 1 dan 2.

Guru Pendidikan Agama Islam SD Ihsaniyah Kota Tegal Saiful Amar menyebut awalnya siswa sudah diberikan pelajaran agama di setiap kelas. Tetapi, kesepakatan bersama sekolah dan komite sekolah untuk meningkatkan pelajaran agama. “Kita fokuskan peningkatkan pada pendidikan diniyah untuk kelas 3 hingga kelas . Ketika sudah duduk di kelas 3 pendidikan agamnanya diunggulkan selain pendidikan agama. Sehingga diharapkan selesai dari SD Ihsaniyah siswa bisa mengenyam pendidikan agama Islam yang baik dan benar sesuai harapan orang tua, yakni menjadi anak yang sholeh dan sholehah,” ungkap Saiful.

Program MDTA diwajibkan bagi kelas 3 sampai kelas 6, dilaksanakan usai pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai instruksi Dinas Pendidikan. “Dilaksanakan setelah usai ishoma dan satu pelajaran lainnya,” ungkap Saiful. Sementara untuk kelas 1 dan 2, dititikberatkan pada Tilawah di Taman Pendidikan Al Quran. “Dengan tilawah diharapkan ketika naik kelas 3 sudah bisa baca Al Quran dan dilanjutkan ke MDTA-nya,” ungkap Saiful.

Dalam kesempatan itu, Walikota mengatakan bahwa lembaga pendidikan Islam penting untuk ditumbuhkan.  Seperti MDTA yang diharapkan memiliki ciri khas keagamaan dalam penanaman nilai – nilai keislaman yang berdampak positif bagi perkembangan akhlak peserta didik. “Ciri khas ini perlu dikembangkan menjadi keunggulan madrasah ini agar generasi bangsa yang disiapkan memiliki keunggulan moral spiritual keislaman disamping mental, intelektual dan keilmuan,” harapnya.

Untuk itu, pengembangan sistem pendidikan pada madrasah perlu dikembangkan secara terpadu dengan menempatkan nilai-nilai Islam sebagai semangat yang mendasari semua stakeholder pendidikan. Hal ini disebutkan Walikota tentunya tidak sederhana. Karena selain diperlukan kesungguhan dalam menata manajemen dan kurikulum pendidikan, juga dibutuhkan adanya kesadaran kolektif semua pihak akan pentingnya revitalisasi peran dan fungsi pendidikan keagamaan sebagai ciri khas madrasah.

“Kita patut bersyukur adanya sejumlah madrasah di Kota Tegal sudah membuktikan sistem pengelolaan madrasah yang profesional dan berkualitas,” ungkapnya. Bahkan Walikota mengharapkan pada masa mendatang madrasah-madrasah seperti ini dapat terus bertambah. “Terutama setelah adanya madrasah berkualitas seperti MDTA Ihsaniyah ini,” ungkap Walikota.

Disebutkan Walikota, peresmian MDTA Ihsaniyah memiliki arti yang sangat mendalam dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan warga Kota Tegal. “Saya berkeyakinan, dengan fasilitas yang dimiliki dan komitmen dari seluruh pihak, madrasah ini dapat menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Tegal dan dapat mencetak generasi penerus yang unggul dalam ilmu dan imtaq. Jadilah siswa-siswi yang terus berkembang, berkualitas dan kompetitif,” ungkap Walikota yakin. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.