Digital Media Online

Belum Juara Provinsi, Pipit Tetap mengharumkan Nama UPS Tegal

0
Pipit Kartika Sari, Juara I Sinok Sitong Pemkot Tegal Tahun 2013 yang diselelnggarakan pada 5 Oktober 2013 yang kini juga sebagai Mahasiswa UPS Tegal dari Fakultas Hukum Semester I
Pipit Kartika Sari, Juara I Sinok Sitong Pemkot Tegal Tahun 2013 yang diselelnggarakan pada 5 Oktober 2013 yang kini juga sebagai Mahasiswa UPS Tegal dari Fakultas Hukum Semester I

INFOPANTURA.COM – Kota Tegal – Pipit Kartika Sari (19) salah seorang mahasiswi Universitas Pancasakti (UPS) Tegal dari Fakultas Hukum yang kini semester I pada bulan lalu mengikuti pemilihan Mas dan Mba tingkat Provinsi Jawa Tengah tepatnya tanggal 8 November 2013. Meskipun tidak menyabet juara, namun usahanya tersebut ikut mengharumkan nama UPS Tegal. Pemilihan mas dan mbak Jawa Tengah itu diikuti oleh wilayah Kota/Kabupaten Se-Jawa Tengah dengan peserta sebanyak 35 pasangan.

 Sebelumnya, gadis asal Jalan Dewi sartika Nomor 4, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal ini menjadi juara I Sinok Sitong yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan pariwisata (Disporabudpar) Kota Tegal pada 5 Oktober 2013 lalu.

 Dikatakan finalis Sinok sitong Pemkot Tegal Tahun 2013 Pipit yang kala itu berpasangan dengan Muhammad Gustiyasa, bahwa sebetulnya tugas dari seorang duta wisata adalah memasarkan wilayahnya. Duta wisata merupakan sebuah ujung tombak pariwisata dimana dirinya harus bisa mensosialisasikan kepada wilayah luar sehingga potensi yang dimiliki bisa terjual dan dikenal luas.

 “ Ya tentunya Duta wisata juga sebagai sarana promosi Kota serta menjadi citra teladan generasi muda,” kata Putri dari Daryati (53) dan Alm.warto (55).

 Menanggapi potensi wisata di Kota Tegal, dirinya menjawab bahwa di Kota Tegal terdapat pantai yang kurang begitu terawat yaitu Pantai Alam Indah (PAI) Tegal. Sebetulnya, kata dia, masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata PAI Tegal ini seharusnya tidak membuang sampah disembarang tempat hal itu tentunya akan membuat kotor seperti yang terjadi sekarang ini.

 “ Kita sosialisasikan budaya bersih terlebih dahulu kepada teman-teman kita (gethok tular) kemudian berlanjut ke masyarakat pengunjung yakni dengan meminta agar membuang sampah disembarang tempat, bila perlu sampahnya dikantongi dulu sebelum kita menemukan tempat sampah,” Pungkasnya.(ahmad@infopantura.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.