Digital Media Online

Antisipasi Covid-19 Varian Baru, BIN Jateng Gelar Vaksinasi

0 2,940

SLAWI – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah kembali menggelar vaksinasi masyarakat door to door di 6 Kabupaten pada Sabtu (11/12) siang. Targetnya, 9.000 dosis akan disuntikan kepada warga di wilayah tersebut.

Kabinda Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto melalui siaran persnya menyebutkan kegiatan vaksin digelar di Kabupaten Tegal, Sukoharjo, Banyumas, Temanggung, Purworejo, dan  Banjarnegara. Untuk wilayah Kabupaten Tegal vaksinasi digelar di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Desa Tamansari Kecamatan Jatinegara, Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna dan Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang.

“Untuk Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di Desa Singopuran Kecamatan Kartosuro, Banyumas dilaksanakan di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Temanggung di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu. Kemudian di Purworejo dilaksanakan di Desa Sendangsari Kecamatan Bener dan terakhir Banjarnegara di Desa Merden Kecamatan Purwanegara,”katanya.

Kabinda menyebutkan perkembangan capaian vaksinasi di provini jateng per 10 Desember 2021 (sesuai dengan laman https://vaksin.kemkes.go.id/) menunjukan progress yang sangat baik, sebesar 73,48 persen. Sementara perkembangan capaian Kabupaten Tegal 58,16 persen, Banjarnegara 65,02 persen, Purworejo 67,86 persen, Temanggung 72,74 persen Banyumas 74,93 persen dan Sukoharjo 80,05 persen.

“Terselenggaranya vaksinasi di wilayah ini diharapkan dapat membantu percepatan vaksinasi terutama untuk daerah yang belum mencapai target 70 persen seperti Kabupaten Tegal, Banjarnegara dan Purworejo,”katanya.

Sementara, kata Kabinda, untuk wilayah yang telah melampuai target, dilaksanakan vaksinasi door to door. Itu, dalam rangka menyisir masyarakat yang tidak mampu mengakses sentra vaksinasi terutama kelompok lansia dan difabel. 

“Jemput Bola atau door to door yaitu dengan menyelenggarakan vaksinasi hingga RW RT dan rumah ke rumah masih menjadi pilihan kami karena mampu menyisir warga yang belum tervaksin,”tandasnya.

Dengan begitu, ujar Kabinda, masyarakat yang belum tervaksin terutama lansia dan difabel semakin mudah mengakses vaksin. Mengingat kelompok lansia saat ini baru mencapai 65,89 persen tingkat provinsi (https://vaksin.kemenkes.go.id). Masyarakat setelah mendapatkan vaksin diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan, karena pandemi belum berakhir.

Terlebih, imbuh Kabinda terlebih adanya ancaman mutasi jenis baru seperti varian Delta Plus dan Omnicron. Pemerintah dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan PPKM Natal dan Tahun Baru 2022 sesuai Inmendagri No. 62 tahun 2021. Intinya, penerapan prokes yang lebih ketat dengan pendekatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan) dan 3T (testing, tracing, treatment).

“Adanya kegiatan vaksinasi ini, kami berharap kekebalan komunal (herd immunity) dapat segera terbentuk, dan aktivitas ekonomi dapat kembali seperti sediakala. Penyelenggara berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan vaksinasi masal yang diselenggarakan Binda Jateng,”pungkasnya. (Redaksi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.