Digital Media Online

Gelar Konser Dangdut, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Dituntut 4 bulan Penjara

0 9

INFOPANTURA.COM (TEGAL) – Gara-gara gelar ‘Konser Dangdut’ dimasa Pandemi Covid19, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo (WES), dituntut 4 tahun penjara dengan masa percobaan selama 1 tahun dan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan, Selasa 05 Januari 2021.

Tiga JPU, Indra Abdi Perkasa SH, Widya Hari Sutanto SH dan Yoanes SH secara bergantian membacakan tuntutannya setebal 20 halaman. Dalam tuntutannya, terdakwa Wasmad terbukti melanggar pasal 93  UU RI  Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Yakni Kekarantinaan kesehatan adalah upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan atau factor resiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.  Dimana terdakwa Wasmad Edi Susilo menggelar konser dangdut di masa pandemic Covid-19, sedangkan yang menonton konser dangdut tidak semuanya melaksanakan protocol kesehatan.    

Selain terbukti melanggar pasal 93 UURI Nomor 06/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,  terdakwa  Wasmad juga terbukti melanggar pasal 216 ayat (1) KUHP, yakni tidak mengindahkan dan tidak mematuhi permintaan petugas kepolisian dari Polsek Tegal Selatan, untuk menghentikan acara konser dangdut tersebut.

Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, proaktif, mengakui kesalahan dan sudah minta maaf kepada masyarakat. Hal yang memberatkan, terdakwa seorang pejabat Negara sebagai Wakil Ketua DPRD tidak mendukung dan mematahui imbauan pemerintah dalam  pencegahan dan memutus  mata rantai penularan corona.

 Atas tuntutan itu, ketua majeleis hakim Hj Toetik Ernawati SH MHWES menawarkan kepada terdakwa Wasmad untuk mengajukan pembelaan (Pledoi) secara lisan atau tertulis. Wasmad mengajukan pembelaan secara lisan.

“Saya mengakui kesalahan dan menyesal.  Saya minta kepada majelis hakim memberikan hukuman seringan-ringannya,” ujar Wasmad.

Usai sidang JPU Yoanes SH mengatkan, terdakwa dituntut 4 bulan penjara dengan masa percobaan selama 1 tahun dan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan. Dengan pertimbangan, tidak ada klaster baru. Namun terbukti melanggar  pasal 93 UU RI Nomor 06/2018 tentang kekarantinaan kesehataan.  

“Ini baru tuntutan, nanti majelis hakim yang memutuskan,,” tegas Yoanes.

Ketua majjelis hakim, Hj Toetik Ernawati SH MH, didampingi hakim anggota Paluko Hutagalung SH MH, dan Fatarony SH MH, menunda sidang minggu depan, Selasa 12 Januari 2021 dengan agenda putusan (vonis).

Seperti diberitakan, WES menggelar konser dangdut  di lapangan Tegal Selatan, Rabu 23 September 2020, di saat pandemi Covid-19. Sehingga viral di medsos dan menjadi atensi pusat.   

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.